Tahapan Siralas, Langkah Tepat Tingkatkan Mutu Lulusan
PRESTASI: Kepala SMA LTI IGM H Hadi Wijaya raih penghargaan terbaik pertama Kategori GTK Kepala Sekolah transformatif.- Foto: neni/sumeks-
Kepala SMA LTI IGM Terbaik Apresiasi GTK Kepala Sekolah Transformatif
SUMATERAEKSPRES.ID - Hari Guru Nasional 2025 menjadi momen membanggakan bagi Kepala SMA LTI IGM Palembang, H Hadi Wijaya MPd. Dia meraih penghargaan terbaik pertama Lomba Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 kategori GTK Kepala Sekolah Transformatif.
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi momen bersejarah bagi Hadi, begitu dia akrab disapa. Dia berhasil mengalahkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada ajang inovatif yang diselenggarakan Kemendikdasmen. Yaitu dengan menjadi terbaik pertama dalam Lomba Apresiasi GTK 2025.
Dijelaskannya, lomba ini dibagi beberapa tahapan. Pada 1–14 Oktober 2025 tahapan pendaftaran kandidat. Kemudian 16 Oktober hingga 14 November rangkaian penilaian sampai dengan penetapan penerima anugerah tingkat provinsi.
Lalu, 24–27 November 2025 gelar wicara penerima anugerah tingkat nasional dan pada 28 November 2025 sebagai puncak HGN di Jakarta. "Saya sangat senang, bangga, dan bahagia, bahkan terharu karena terpilih menjadi terbaik pertama di tingkat provinsi dan melaju ke nasional mewakili Provinsi Sumsel untuk kategori Kepala Sekolah Transformatif 2025,” beber Hadi.
BACA JUGA:Belajar Matematika Dasar Bersama Dirjen GTKPG, Mitos “Pelajaran Sulit” Mulai Dipatahkan
BACA JUGA:Apakah Semua Peserta PPG Guru Tertentu Lulus 100 Persen? Ini Jawaban Ditjen GTK
Di tingkat nasional, dia bertemu peserta utusan terbaik dari tingkat provinsi. "Tak kurang dari 38 peserta dari 38 provinsi ikut berkompetisi dengan kategori Kepala SMA Transformatif,” tambah dia. Total ada 600 peserta lebih dari seluruh Indonesia, dari jenjang sekolah dasar hingga menengah yang juga turut serta dalam lomba itu.
Selain membawa nama besar provinsi, tentu juga membawa dan mengangkat nama baik SMA LTI IGM yang ia pimpin saat ini di tingkat nasional. Lebih jauh dia menjelaskan, judul yang diangkatnya dalam lomba ini adalah Tahapan Siralas (Selidiki, Rancang, Laksanakan, Sempurnakan) Sebagai Langkah Tepat Meningkatkan Mutu Lulusan.
"Judul ini mengalihbahasakan dan menyederhanakan Metode Inquiry Kolaboratif, yaitu Assess, Design, Implement; Measure, Reflect, Change," terangnya. Mengubah kebiasaan dan budaya individual menjadi budaya kolaborasi. "Ini sebagai sebuah pendekatan berbasis tim yang mengedepankan kerja sama secara berkelanjutan," jelas dia.
Hadi menambahkan, Tahapan Siralas terbukti menjadi solusi dari permasalahan. “Tahapan Siralas dapat pula kita jadikan sarana perbaikan pada program apa pun yang dianggap belum sempurna untuk disempurnakan,” beber bapak dua anak ini dengan penuh semangat.
