KAIFIAT MUHASABAH
Dr H Syarif Husain SAg MSi Dosen (Widyaiswara) BDK Palembang-foto: ist-
Janganlah momen pergantian tahun hanya untuk hura-hura, senang-senang dan justeru dapat menjauhkan diri dengan Tuhannya sendiri dan Tuhan pencipta alam semesta. Cerdaslah dalam bertindak, cerdaslah dalam berbuat dan cerdaslah dalam memanfaatkan umur yang masih dianugerahkan Allah SWT kepada kita tahun ini.
Awal tahun 2025 ini marilah kita evaluasi diri dengan memulai dari perbuatan apa yang pernah kita lakukan, lalu bagaimana kondisi dalam pengamalannya, apabila dirasa baik maka pujilah Allah SWT, sebagai bukti syukur. Begitu juga sebaliknya, apabila dirasa kurang maka lakukanlah pertobatan kepada Allah SWT dan pasanglah niat untuk tidak mengulangi perbuatan jahat tersebut pada masa-masa yang akan datang.
Muhasabah jangan hanya mengingat perbuatan-perbatan salah yang pernah kita lakukan, tidak pula membayangkan perbuatan-perbuatan tidak baik lainnya. Akan tetapi muhasabah memiliki makna untuk mewujudkan tindakan nyata agar dosa dan noda selama hidup dapat diampuni Allah SWT. Lakukanlah pertobatan dengan tobat nasuha (tobat sungguh-sungguh) tidak akan mengulangi
dosa yang sama pada masa-masa yang akan datang.
BACA JUGA:Jemaah Bersyukur Lalu Lintas Melontar Jumrah Tertib
BACA JUGA:Jangan Putus Asa! Ini 4 Janji Allah SWT untuk Menambah Nikmat bagi Hamba-Nya yang Bersyukur
Janganlah kegiatan muhasabah hanya sekedar seremoni di akhir dan awal tahun, namun jadikanlah sebagai langkah yang berkelanjutan untuk memperbaiki diri menjadi hamba yang bertakwa dan taat serta patuh kepada Allah SWT. Dalam melakukan muhasabah janganlah ada perasaan bahwa kebaikan yang dilakukan lebih besar daripada keburukannya, karena hal ini dapat merusak
spirit muhasabah.
Perasaan yang menduga ketaatan lebih banyak dari kemaksiatannya dapat merusak ruh dari muhasabah itu sendiri. Jangan sibuk berdzikir, pokus pada ibadah namun banyak waktu habis untuk membicarakan keburukan orang lain. Lakukanlah muhasabah dengan memperhatikan setiap hal
yang kita lakukan, baik buruknya ucapan, besar kecilnya pekerjaan yang dilakukan dan terang-terangan maupun tersembunyi.
Oleh: Dr H Syarif Husain SAg MSi
Dosen (Widyaiswara) BDK Palembang