Menteri Nusron Dorong MASKI Perkuat Integritas dan Standar Surveyor Pertanahan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ajak MASKI perkuat standar dan integritas surveyor untuk wujudkan administrasi pertanahan yang akurat, transparan, dan bebas sengketa.-IST-
SUMATERAEKSPRES.ID-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan peran strategis Masyarakat Ahli Survey Kadaster Indonesia (MASKI) dalam menjaga ketertiban administrasi pertanahan nasional.
Pesan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) MASKI 2025 di Bali, Selasa (25/11/2025).
Di hadapan ratusan surveyor dari seluruh Indonesia, Nusron menekankan bahwa kualitas data pertanahan sangat ditentukan oleh ketelitian dan profesionalitas surveyor.
Ia menegaskan bahwa manajemen land tenure dan administrasi pertanahan hanya dapat berjalan optimal jika didukung data yang akurat dan bebas dari penyimpangan.
BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Dorong Pembentukan UU Administrasi Pertanahan untuk Selesaikan Tumpang Tindih Lahan
BACA JUGA:Menteri Nusron Targetkan Realisasi Anggaran ATR/BPN Capai 98% di Akhir 2025
“MASKI adalah mitra strategis ATR/BPN. Karena itu, saya mengajak seluruh anggota untuk memperkuat manajemen administrasi pertanahan melalui standar kerja yang lebih disiplin dan berintegritas,” ujarnya.
Menteri Nusron mendorong MASKI untuk menetapkan standar, quality assurance, quality control, dan code of conduct yang harus menjadi pedoman seluruh surveyor berlisensi.
Ia menekankan bahwa setiap produk pertanahan harus dapat dipertanggungjawabkan, lengkap, dan valid agar tidak menimbulkan sengketa.
Menurutnya, banyak persoalan pertanahan muncul akibat ketidakakuratan data fisik di lapangan.
BACA JUGA:Menteri Nusron Tegaskan Ketersediaan Lahan Jadi Fondasi Ketahanan Pangan Nasional
BACA JUGA:Dari Hati ke Hati, Menteri Nusron Wahid Bahas Sertipikasi Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah di Kaltim
“Jika satu bidang tanah bisa tercatat atas nama beberapa orang, artinya ada kesalahan di bagian hulu. Kebenaran fisik itu hanya satu,” tegasnya.
Dalam forum yang mengangkat tema peningkatan kompetensi surveyor dan peluang bisnis data kadastral itu, Nusron juga membuka wacana penambahan sertifikasi kompetensi yang berkaitan dengan integritas dan risk management.
