Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Angkat Inovasi Pertanian, Pangan Hingga Platform Digital

INOVASI MASYARAKAT: Dua mahasiswa Unsri memaparkan inovasi mereka pada kategori masyarakat di hadapan dewan juri Kompetisi Inovasi Kota Palembang, kemarin.-FOTO: EVAN ZUMARLI/SUMEKS-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Kompetisi Inovasi Kota Palembang memasuki tahapan paparan para peserta dari masing-masing kategori, pada hari pertama ada 3 kategori yang dijadwalkan, yaitu kategori masyarakat, kecamatan dan puskesmas.

Para juri yang hadir ada Assoc. Prof. Dr. Ian Kurniawan ST., M.Eng., IPM, ASEAN Eng, ACPE (Organisasi Litbang), Nuryanto DCN., M.Kes. (Bappeda Sumsel), David Yama (Kepala Pusat Inovasi Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri), M. Yudi Suhairi SSN., M.Ds. (Ekraf) dan Rendi Fadillah (Sumatera Ekspres).

BACA JUGA:PTBA Sabet Emas dan Perak di ICEA 2025 Berkat Dua Inovasi Berkelanjutan

BACA JUGA: Inovasi Mobil Listrik 2025: Lompatan Besar pada Jarak Tempuh dan Teknologi Cerdas

Khusus untuk Kategori Masyarakat, ada enam inovasi yang memaparkan inovasinya di hadapan para juri, kemarin (21/11). Untuk Kategori Masyarakat, ada enam inovasi yang dipaparkan para nominator.

Yakni Dari Buah Terlupa Menjadi Harapan, inovasi UMKM Mari Berkarya Olah Belimbing Wuluh Jadi Produk Herbal Ramah Lingkungan oleh innovator Choirul Bahri.

Choirul menjelaskan, hadirnya inovasi ini karena melihat buah yang memiliki cita rasa asam ini tidak secara maksimal termanfaatkan.

Dari satu pohon sekali panen biasanya bisa 8-30 kg yang dimanfaatkan paling hanya satu kg untuk tambahan bahan masakan.

"Maka kita kaji dan uji coba. Produksi awalnya masih sederhana dibuat sirop, dan manisan kering dan basah. Tapi produk ini cepat masa kedaluwarsa sehingga kita lakukan pengembangan," terangnya.

Kemudian, dikembangkan jadi enzim dan cuka. "Dari dua produk ini kita turunkan menjadi sabun dan deodorant untuk atlet, dan hand sanitizer.

Kita juga zero waste karena ampasnya juga dibuat sabun," jelasnya. Tidak berhenti sampai di enzim dan cuka, Choirul juga akan mengembangkan belimbing wuluh menjadi produk fitofarmaka (obat medis).

Lalu, inovasi Eco-Rapid dengan innovator Rafly Alamsyach dan M. Adam Yudistira.

Ini merupakan website pengaduan terkait masalah lingkungan di masyarakat. "Ini platform aplikasi pelaporan masalah lingkungan untuk mengatasi kesenjangan komunikasi masyarakat dengan stakeholder terkait," ungkap Rafly.

Kemudian, NadiLUS, inovasi Pemanfaatan Kulit Semangka Menjadi Nata Bernilai Gizi dan Ekonomi Tinggi dengan innovator Dr. Eka Lidiasari.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan