Stigma Masyarakat terhadap Pengenaan Cukai Rokok Ternyata Keliru
AKRAB: Suasana pertemuan antara Kabid Fasilitas Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Yanti Yanti Sarmuhidayanti, dengan jajaran manajemen Koran Hybrid Sumatera Ekspres saat kunjungan ke Graha Pena, Rabu (6/8) berlangsung dalam suasana akrab. -Foto : kris samiaji/sumeks-
Lebih Utamakan Kesehatan Masyarakat Ketimbang Pendapatan Negara
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Hingga kini di kalangan masih terdapat sudut pandang keliru terkait pengenaan cukai rokok, sebagian besar masih berpandangan pengenaan bea cukai rokok semata-mata hanya untuk meningkatan pendapatan negara.
Pandangan itu memang tak sepenuhnya salah, hanya saja yang terpenting tujuan pengenaan bea cukai rokok ini tak lain dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri.
"Pemberlakuan pengenaan cukai rokok yang dikuti dengan kenaikan harga rokok sebetulnya bertujuan mulia, semata-mata demi menjaga kesehatan masyarakat sebagai dampak akibat merokok,” sebut Kabid Fasilitas Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim), Yanti Sarmuhidayanti, saat berkunjung ke Graha Pena, Markas Koran Hybrid Sumatera Ekspres, Rabu (6/8) sore.
Yanti bisa berkata begitu karena faktanya biaya pengobatan yang mesti dikeluarkan akibat bahaya merokok ini jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan negara yang didapatkan dari bea cukai rokok.
Disampaikan pula oleh mantan Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi ini, selain bersilaturahmi dan memperkenalkan diri kunjungannya ke Sumatera Ekspres yang merupakan media terbesar di Sumsel ini sekaligus untuk berkolaborasi mengenalkan sejumlah fasilitas kepabeanan dan fiskal yang ada di Bea Cukai.
Yang bisa dimanfaatkan terutama oleh para pengusaha komoditi unggulan dari Sumsel seperti sawit, kopi dan karet yang hendak mengekspor komoditi unggulan tersebut ke luar negeri.
"Begitu masuk ke Sumsel saya yang pertama saya lakukan mencoba untuk mengeksplore potensi-potensi yang ada disini salah satunya terkait sejumlah komoditi ekspor seperti Sawit, Kopi dan Karet yang berpotensi mendatangkan investasi yang cukup besar apabila dikelola dengan benar," ucap Yanti didampingi Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Andika Fadillah.
Selain itu, Yanti menyebut pihaknya juga mempunyai tugas untuk ikut meningkatkan kualitas hidup dan kompetensi masyarakat. salah satunya dengan lebih menggencarkan Program Gempur Rokok Ilegal yang kini juga marak beredar luas di wilayah Sumsel.
BACA JUGA: Cukai Minuman Manis Minta Diterapkan, Tarif Minimal 2,5 Persen
BACA JUGA:Tidak Dikenai Bea Masuk, Bea Cukai Pastikan Peti Jenazah
“Rokok illegal ini sudah ada dimana-mana bahkan sampai ke pelosok, dimana ada demand atau permintaan yang tinggi akan diikuti meningkatnya supply. Menjadi tugas kita Bersama untuk menggempur habis praktik peredaran rokok illegal ini. Termasuk diharapkan peran media massa seperti Sumatera Ekspres ini,” ajak Yanti.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi (Pemred) Sumatera Ekspres, Martha Hendratmo menyambut baik dan dengan tangan terbuka siap bekerjasama dengan Kanwil Bea Cukai Sumbagtim.
