Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

ESP Sebut Banjir Tak Dapat Dihentikan, tapi Bisa Dikendalikan, Ini Sarannya

Dr Ir H Eddy Santana Putra MT-foto: ist-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Mantan Wali Kota Palembang periode 2003-2013, Dr Ir H Eddy Santana Putra MT, angkat bicara terkait persoalan banjir di Palembang.

Dia menegaskan jika tidak mungkin bisa membebaskan banjir yang bisa dilakukan adalah mengendalikannya.

"Untuk bisa membebaskan banjir di Palembang sesuatu yang tidak mungkin, penyebabnya siklus banjir ada yang 5 tahunan ada 10 tahunan dan lainnya," sebut ESP (sapaan karib Eddy Santana Putra, red) dibincangi di salah satu acara akhir pekan lalu.

Dia punya alasan kenapa menyebut jika tidak bisa membebaskan banjir ini lantaran wilayah Kota Palembang yang sangat berpengaruh pada topografi,  dengan masih banyaknya daerah rawa yang posisinya hampir sejajar dengan muka pasang air laut Sungai Musi.

ESP pun tak menampik jika masalah banjir menjadi persoalan utama di Kota Palembang termasuk di era kepemimpinannya terdahulu.

Disampaikan pula oleh penyandang gelar Doktor Ilmu Lingkungan yang berkaitan dengan sumber daya air ini topografi sebetulnya bisa saja berubah dengan cara ditimbun. Dia mencontohkan seperti di daerah Padang Selasa Kecamatan Ilir Barat (IB)-1, hanya saja cara itu tidak efektif ketika musim penghujan karena mengakibatkan air tidak mengalir.

BACA JUGA:Tanggulangi Banjir di Palembang, Optimalkan Pompanisasi Sungai Bendung

BACA JUGA:Cari Cuan Cepat? Profesi Baru Ini Banjir Peminat karena Gajinya Selangit

Dirinya jugasependapat untuk mengendalikan banjir Kota Palembang bisa ditempuh dengan sejumlah cara. Diantaranya pompanisasi, pembuatan kolam-kolam rentensi.

"Namun memang ini tidak mudah karena membutuhkan dana yang besar terlebih juga penyebab banjir selain karena topografi juga disebabkan oleh faktor antropohenik yang diakibatkan oleh kesalahan manusia," tegasnya.

Diantara hal yang masuk ke dalam faktor Antropogenik keitka melakukan pemetaan pembangunan dengan perencanaan tidak baik, kurangnya daerah resapan sehingga menyebabkan banjir, dan lain sebagainya.

"Kalau bicara Penyebab banjir juga karena Urbanisasi, pertumbuhan kota tidak teratur, menempati lokasi yang tidak seharusnya, buang sampah sembarangan, konversi lahan, Curah hujan, pasang surut tetapi ini juga dipengaruhi sedimentasi dan lainnya" jelasnya.

Sebelumnya, menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Feriyanto hampir keseluruhan wilayah Kota Palembang merupakan daerah rawan banjir, jadi selain pengaruh antropogenik juga memang secara topografi memang rawan banjir.

BACA JUGA:Atasi Banjir Perkotaan Palembang, BBWS Sumatera VIII Ajukan Dana Pinjaman ke Bank Dunia

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan