Pascaditertibkan Sat Pol-PP, PKL Pasar 16 Ilir Ngeluh Sepi Pembeli, Ini Penyebabnya
SEPI : Kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di depan Gedung Pasar 16 Ilir usai dilakukan penataan oleh Sat Pol-PP Pemkot Palembang yang terlihat sepi dibandingkan biasanya. Pedagang menilai sepinya pembeli dikarenakan lokasi lapak yang kurang strategis -Foto : kris samiaji/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Kesemrawutan di kawasan Pasar 16 Ilir pascapenataan lapak pedagang kali lima (PKL) di akses jalan masuk oleh aparat Sat Pol-PP Kota Palembang kini tak lagi terlihat.
Dari pantauan koran ini siang kemarin (29/6) di kawasan perdagangan yang biasanya sumpek dan semrawut kini terlihat lebih tertata rapi, hal ini membuat sejumlah pengunjung pasar tradisional modern terbesar di Sumsel menjadi lebih nyaman.
Hal ini tak lain sebagai salah satu upaya Pemkot Palembang dalam mewujudkan program "Palembang Belagak" yang merupakan salah satu visi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa dan Prima Salam.
Namun, disisi lain penataan lapak ini dikeluhkan pedagang yang mengaku harus kehilangan pelanggan akibat lapak jualan mereka dipindah ke lokasi baru yang mereka nilai tak cukup strategis dibandingkan dengan lokasi sebelumnya.
“Itulah sudah beberapa hari terakhir pasca penataan oleh Sat Pol-PP sekarang menjadi sepi pembeli, biasanya terutama di hari akhir pekan seperti ini sudah ramai pembeli ini malah sepi. Karena lapak yang disediakan saat ini sepertinya kurang begitu strategis,” keluh Sariyem (54), salah seorang penjual sayur mayur di depan Pasar 16 Ilir, kemarin (29/6).
BACA JUGA:Penertiban Pasar 16 Ilir di Malam Hari: Ratusan Lapak Dibongkar, Jalan Umum Akan Dikembalikan
BACA JUGA:Copet iPhone Marak di Pasar 16 Ilir Palembang, Mahasiswa Asal OKI Jadi Korban
Keluhan yang sama disampaikan Rudi (37), penjual pakaian dalam dia mengakui jika usai penataan dan lapaknya dipindah justru pembelinya sepi bahkan Rudi mengaku mengalami penuruan omzet lebih dari 50 persen.
“Mohon agar ada solusi dari pemerintah untuk bagaimana supaya pembeli disini bisa kembali ramai, kami sangat mendukung upaya penataan lapak pedagang kaki lima di Pasar 16 Ilir ini. Tapi mohon juga perhatikan nasib kami kalua pembelinya sepi akibat lokasi lapak yang sepertinya agak kurang begitu strategis ini pak,” imbuh Rudi yang mengaku sudah sekitar 18 tahun lamanya berdagang di Pasar 16 Ilir ini.
Disisi lain, sampai saat ini sejumlah personel Sat Pol-PP Pemkot Palembang masih terlihat berjaga- jaga di kawasan tersebut untuk memastikan tidak ada PKL yang kembali berjualan di area yang telah ditertibkan.
PemKota Palembang juga telah berjanji akan mencari solusi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, salah satunya dengan menyediakan tempat relokasi yang lebih layak.
Penataan ini menuai pro dan kontra: di satu sisi dianggap sukses membuat kawasan lebih tertib, namun di sisi lain memunculkan tantangan baru bagi para pencari nafkah harian.
BACA JUGA:Polda Sumsel Tegaskan Penyelidikan Perusakan Pasar 16 Ilir Terus Berlanjut
