Waspada, Karhutla Mengintai Empat Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
KARHUTLA : Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir di tahun 2024 silam. Tahun ini potensi karhutla kembali menghantui sejumlah wilayah rawan karhutla di Sumsel. FOTO : KRISSAMIAJI/SUMEKS--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai, yang kini setidaknya melanda empat kabupaten/kota di Sumsel.
Masing-masing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba) dan Kota Prabumulih yang telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
BACA JUGA:BPBD Sumsel Bakal Segera Tetapkan Status Siaga Karhutla. Ini Penyebabnya
BACA JUGA:Karhutla Kembali Terjadi di Ogan Ilir, 3,2 Hektare Lahan Hangus Terbakar
Hal ini terungkap saat berlangsungnya rapat koordinasi (rakor) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Selasa (3/6/2025).
"Empat daerah itu telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, sesuai arahan Gubernur Sumsel Herman Deru maka kita akan segera menetapkan status siaga darurat Karhutla dalam waktu dekat," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana usai rakor.
Dikatakan Iqbal memasuki musim kemarau, hotspot (titik panas) di Sumsel mulai meningkat. Bahkan pada Mei lalu melonjak dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
"Di bulan Mei terdapat sebanyak 523 titik panas atau hotspot, naik dua kali lipat dibandingkan April yang sekitar 216 hotspot. Di dua kabupaten/kota sudah ada Karhutla seperti di OI dan Prabumulih," sebutnya.
Menurutnya, kenaikan status akan dilakukan sesegera mungkin. Untuk itu hasil Rakor ini akan segera dilaporkan ke Gubernur Sumsel. Terlebih saat rapat tadi ada biro hukum, sehingga untuk pengajuan SK-nya bisa lebih cepat.
Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba SSos MS (NSSS) mengatakan, Lanud SMH siap memfasilitasi untuk pencegahan karhutla.
"Setelah ditetapkan status siaga darurat Karhutla nanti akan mempersiapkan tiga hal yaitu patroli, water bombing dan OMC. Kita juga akan mengerahkan drone, supaya cepat informasi dan cepat tindakan," katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan, 2025 ini bukan kemarau basah, hanya lebih kering dari 2024, namun tidak sekering 2023.
“Di tahun ini tidak ada el nino. Kita masih dapat hujan di awal Juni dan kemudian di pertengahan Juni akan mulai kering atau mulai musim kemarau. Kalaupun di Palembang masih ada sedikit hujan tapi di wilayah barat seperti Muratara, Empat Lawang dan lain-lain mulai kering," katanya.
Lalu, di Juli dan Agustus kalaupun ada hujan belum balance, karena hanya membasahi permukaan saja. Untuk itu karhutla akan meningkat pada skala menengah.
