Janji Gaji Sopir Feeder LRT Cair Pekan Ini
--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan pembayaran operasional feeder LRT Musi Emas akan diselesaikan pada minggu ini. Kepala Dishub Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengatakan, keterlambatan pembayaran ke pihak operator karena pihaknya harus menyelesaikan beberapa prosedur pembayaran.
"Pembayaran biaya operasional untuk April yang dibayarkan per Mei memang belum dilakukan, lantaran kemarin menunggu hasil rekon dari Surveyor Indonesia (SPI). Rekon ini berkaitan dengan operasional feeder LRT, seperti berapa kilometer, jumlah penumpang, dan sebagainya," sampainya, Selasa (13/5).
Setelah hasil rekon SPI ini keluar, baru dibuatkan berita acara. "Sebenarnya data dari SPI ini sudah masuk, tapi berhubung beberapa hari ini libur panjangan sehingga tertunda. Kami berjanji pada pekan ini juga insya Allah cair," ujarnya lagi. Agus juga menanggapi pembayaran yang seyogyanya dilakukan per tanggal 1 setiap bulan, menurutnya ini tidak bisa dilakukan sebab pihaknya harus menunggu rekon dulu dari SPI.
"Seperti saya jelaskan tadi, hasil rekon ini perlu dibuatkan berita acara, baru kemudian kita dapat melakukan pembayaran," ulangnya lagi. Mengenai anggaran Pemkot Palembang untuk operasional feeder LRT Musi Emas menyasar 2 rute, yaitu Asrama Haji-Talang Kelapa (Perumahan Griya Revari Indah) dan Asrama Haji-Sematang Borang via Noerdin Pandji. "Anggaran subsidi untuk feeder LRT gratis dari Pemkot Palembang ini pada tahun ini di angka sekitar Rp12 miliar per tahun," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah sopir feeder LRT Emas Musi Kota Palembang mengeluhkan gaji bulan April mereka belum dibayar hingga saat ini. Seyogianya gaji tersebut sudah diterima awal Mei, namun hingga pertengahan Mei belum juga ada kejelasan kapan dibayarkan.
BACA JUGA:Gaji Sopir Feeder LRT Belum Dibayar, Operator Menunggu Pembayaran dari Pemkot
BACA JUGA:Mogok Kerja, Sopir Feeder LRT Tuntut Hak Gaji 3 Bulan yang Belum Dibayarkan
Mereka juga mengeluhkan sejak dua bulan terakhir, gaji terlambat dibayar seperti Maret lalu baru dibayar pada 15 April 2025. "Sudah dua bulan ini, gaji kita selalu terlambat dibayar. Gaji bulan Maret telat, gaji bulan April belum jelas," beber IR, salah satu sopir feeder dibincangi koran ini di dekat Stasiun Bumi Sriwijaya, kemarin.
Untuk menutupi keperluan sehari-hari, dirinya sambil menunggu gaji, terpaksa meminjam kepada kerabat dan orangtua. “Setelah gaji diterima, baru saya bisa membayar hutang. Karena kalau menunggu gaji kan belum tahu kapan cair, padahal kebutuhan rumah, anak sekolah harus saya penuhi,” sesalnya.
Kepala Operasional PT Transportasi Global Mandiri sekaligus Operator Feeder LRT Musi Emas, Fajar Wahyudi, memahami keresahan para sopir. Menurutnya, gaji sopir belum bisa dibayarkan lantaran pembayaran biaya operasional oleh Pemkot Palembang juga telat dua bulan terakhir. “Kami secara aktif melakukan penagihan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemkot Palembang untuk mempercepat proses pembayaran. “Kami sangat bergantung pada pembayaran Pemberi Kerja. Keterlambatan pembayaran dari pihak pemberi kerja secara langsung berdampak pada cash flow perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya, termasuk pembayaran gaji karyawan,” tegasnya.
