Kemiskinan-APK Masih Jadi Catatan
--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sepanjang tahun 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan lima capaian makro sebagai modal, namun perlu ditingkatkan lagi tahun ini oleh kepala daerah baru melalui program yang telah disusun untuk 5 tahun ke depan.
Kepala Bappeda Sumsel, Regina Aryanti mengatakan dalam highlight Evaluasi Pembangunan Daerah (EPD) Sumsel, setidaknya ada 5 capaian makro yang sudah optimal tahun lalu karena banyak faktor pendukung dan intervensi yang optimal.
BACA JUGA:Bupati Muba HM Toha Berkomitmen Tuntaskan Kemiskinan dalam 100 Hari Pertama
BACA JUGA:Mendes dan Mensos Ungkap Cara Pangkas Kemiskinan di Desa
"Lima capaian makro Sumsel yang optimal, yaitu menurunnya angka pengangguran terbuka (TPT) menjadi 3,86 persen, rasio gini di 0,331, skor pola pangan harapan di level 94,20 persen, kondisi mantap jalan di 97, 09 persen, dan indeks inovasi daerah sebesar 83, 28 persen," sampainya, kemarin.
Dikatakan, optimalnya pencapaian makro ini karena didukung potensi daerah, di antaranya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur nasional dan daerah, peningkatan investasi di Sumsel yang juga membuka lapangan pekerjaan.
Kemudian, adanya gerakan serentak lintas sektor dan penanganan kemiskinan, menjadikan sektor pertanian sebagai sektor unggulan dan lumbung pangan nasional, pengembangan potensi pertambangan dan pengalian, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat rentan.
"Optimalnya capaian makro juga didukung intervensi optimal baik dari kementerian, lembaga, dan daerah seperti menjaga stabilisasi pasokan pangan dan harga pangan, bantuan pangan, pembangunan tol Sumatera, jobfair, gerakan pembangunan sanitasi dan bedah rumah, pendidikan vokasi berbasis potensi sumber daya dan lainnya," jelasnya,
Namun yang juga perlu menjadi perhatian untuk ditingkatkan atau diturunkan karena berdasarkan data yang ada, capaian makronya masih kurang optimal, walaupun beberapa sudah mencapai target yang ditetapkan.
"Laju pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,03 persen. Kita sebenarnya tetap tumbuh, tetapi belum mencapai target tahun 2024 senilai 5, 74 persen," ujarnya.
Selanjutnya tingkat kemiskinan di 10,51 persen sudah tercapai, tetapi belum atau kurang optimal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 73,18 persen dari target 71,63 persen, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi 27,26 persen, IKLH di 70,20 persen dan Indeks SPBE 2,62 persen.
BACA JUGA:Tekan Kemiskinan 2,02 %, Kebut Perbaikan Infrastruktur
BACA JUGA:Tangani Kemiskinan dengan Cepat-Akurat
Berdasarkan identifikasi, masih kurang optimalnya capaian makro ini karena dari faktor penghambat maupun intervensi K/L/D yang belum optimal seperti hilirisasi komoditas unggulan, pembangunan pelabuhan Palembang New Port Tanjung Carat, bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran dan kebutuhan.
