Fokus Serap Hasil Panen Petani
GUDANG BERAS: Aktivitas bongkar muat gudang beras di kawasan Keramasan, Kertapati, Palembang. Keberadaan gudang ini penting, sebagai bagian dari rantai distribusi beras kepada masyarakat.-foto: evan/sumeks-
SUMATERAEKSPRES.ID - Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Selatan (Sumsel), Elis, memastikan Bulog telah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menyerap hasil panen petani di berbagai wilayah, termasuk di area pasang surut seperti Muara Telang.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan cuaca ekstrem yang memengaruhi jadwal dan kualitas panen.
Iklan Google/Link Sponsor
"Tim Bulog telah melakukan monitoring ke berbagai lokasi panen. Di beberapa wilayah, kami menemukan petani memanen lebih awal karena khawatir hasil panennya terendam akibat curah hujan tinggi," ujae Elis.
Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas bulir padi dan meningkatkan kadar air. Pihaknya terus memberikan edukasi kepada petani untuk memanen di waktu yang tepat agar hasil panen lebih maksimal.
Menurut Elis, stok beras di Bulog saat ini dalam kondisi aman dan mampu mencukupi kebutuhan nasional. Pada 2024, capaian pengadaan program Public Service Obligation (PSO) mencapai 104 persen dari target, yaitu 31 ribu ton dari target awal 30 ribu ton.
BACA JUGA:Irigasi Sederhana Rusak Akibat Banjir, Petani Lahat Butuh Irigasi Permanen
BACA JUGA: Dampingi Petani Tanam Padi IP300 Seluas 576 Hektare di Kabupaten OKI
Sementara itu, pengadaan untuk kebutuhan komersial bahkan melampaui target hingga 185 persen, yaitu 80 ribu ton dari target awal 43 ribu ton. "Kami optimistis dapat meningkatkan penyerapan hasil panen petani di tahun 2025. Saat ini, stok nasional berada di bawah 2 juta ton, tetapi pengadaan terus dilakukan dengan dukungan dana yang telah disiapkan oleh kantor pusat," jelas Elis.
Elis menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan masyarakat petani untuk menjaga ketahanan pangan di Sumsel. Langkah-langkah strategis seperti optimalisasi lumbung desa, kebijakan penyerapan hasil panen, dan penguatan infrastruktur pertanian terus dilakukan guna memastikan hasil panen terserap secara maksimal.
"Produksi pangan di Sumsel diproyeksikan terus meningkat pada 2025. Dengan dukungan kebijakan penyerapan dan berbagai intervensi untuk menjaga kualitas hasil panen, kami yakin Sumsel mampu menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang andal," tutup Elis.
Kata Elis, langkah strategis Bulog tidak hanya mendukung keberlanjutan sektor pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan masyarakat luas. Dengan memastikan hasil panen terserap dan kualitasnya tetap terjaga, petani di Sumsel dapat menikmati hasil kerja keras mereka secara maksimal. "Melalui upaya kolaboratif ini, Sumsel optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu wilayah penyokong ketahanan pangan nasional," pungkas dia.
