Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Jadi Tim Pertama Buka Posko Yankes di Aceh Tamiang

PELAYANAN KESEHATAN: Tim medis Sumsel gelombang 1 yang sudah tiba di Aceh Tamiang berikan pelayanan kesehatan kepada para warga korban bencana banjir. -Foto : Ist-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel menjadi tim medis pertama yang berhasil membuka pos pelayanan kesehatan di wilayah terisolir pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kehadiran tim ini mendapat sambutan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang dan perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Tim medis Sumsel tiba di Kota Medan pada 5 Desember 2025, pukul 16.30 WIB. Lalu, hasil koordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Bencana Kemenkes RI, diketahui bahwa Kabupaten Aceh Tamiang sangat kekurangan tenaga medis lapangan. Karena itu, tim medis Sumsel langsung memutuskan untuk turun memberikan bantuan pelayanan kesehatan bagi para korban banjir bandang.

Sabtu, (6/12), tim medis Sumsel berhasil tiba di sana dan menjadi yang pertama dari luar daerah  yang buka posko kesehatan. Anggota tim yang dilepas Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM berjumlah 9 orang. Terdiri dari 1 tenaga dokter, 4 tenaga perawat, 1 tenaga logistik, 1 tenaga administrasi, 1 Koordinator Pusat Krisis Kesehatan Regional Sumsel, dan 1 Kasi Surveilans.

BACA JUGA:Minta Sekolah Rawan Banjir Tingkatkan Kewaspadaan, Jaga Kebersihan Lingkungan

BACA JUGA:Banjir dan Longsor Bukan Sekadar akibat Kerusakan Hutan

Tim juga membawa obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta perlengkapan pelayanan kesehatan untuk kebutuhan penanganan di lokasi bencana. Ada dua pos layanan kesehatan di area pengungsian yang dirikan, yakni pos pengungsian Sekerat, yang langsung melayani 80 orang pengungsi dan pos pengungsian Bandahara melayani 81 orang pengungsi. Total 161 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Tim Medis Provinsi Sumsel. Adapun kasus penyakit yang paling banyak ditemukan antara lain bronchitis, dermatitis, vulnus laceratum (luka robek), serta diare.

Kepala Dinkes Sumsel dr H Trisnawarman MKes SpKKLP Subp FOMC AIFO-K, menyampaikan, pengiriman tim merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumsel dalam mendukung penanganan krisis kesehatan di daerah terdampak bencana, sekaligus wujud kepedulian kemanusiaan tanpa batas wilayah.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi dedikasi tim medis Sumsel yang bergerak cepat dan menjadi tim pertama yang membuka pos pelayanan kesehatan di wilayah terisolir Aceh Tamiang. Ini adalah wujud nyata bahwa Sumsel siap membantu kapan pun dan di mana pun ketika saudara kita membutuhkan,” ujar dr Trisnawarman.

Ia menambahkan,  bahwa keputusan untuk mengirim tim dilakukan setelah menerima laporan dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI bahwa Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kekurangan tenaga medis di lapangan. Situasi darurat tersebut membutuhkan respon cepat demi menyelamatkan nyawa dan meringankan beban para penyintas banjir bandang.

“Ketika informasi kondisi kritis disampaikan, kita langsung berkoordinasi dan memastikan kebutuhan tenaga kesehatan dapat dipenuhi. Tim Sumsel membawa dokter, perawat, logistik, hingga obat-obatan, sehingga bisa langsung memberikan pelayanan setiba di lokasi,” jelasnya.

BACA JUGA:Lagi, Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Banjir Bandang ke Tiga Provinsi Difasilitasi Lanud SMH

BACA JUGA:Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah, DLH Lahat Tegaskan: Bukan Sekadar Masalah Kerusakan Hutan

Ditambahkan dr Trisnawarman, Dinkes Sumsel terus memantau perkembangan kondisi di Aceh Tamiang dan siap memberikan dukungan lanjutan sesuai arahan Gubernur Sumsel serta koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan