Mengapa Ada Orang yang Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Ini Rahasia Ilmiahnya!
Bisa makan banyak tapi tetap kurus? Rahasianya bukan sihir, tapi metabolisme dan hormon yang bekerja seperti mesin pembakar kalori alami. Foto:Ist--
SUMATERAEKSPRES.ID – Kita semua pasti pernah mengenal seseorang yang seolah-olah kebal terhadap kenaikan berat badan.
Mereka bebas menyantap gorengan, nasi, dan makanan manis tanpa takut jarum timbangan bergeser ke kanan.
Iklan Google/Link Sponsor
Sementara sebagian orang lain sudah berusaha diet ketat, tapi hasilnya tetap nihil. Lalu, apa sebenarnya penyebab di balik fenomena ini?
Secara Ilmiah, hal ini dijelaskan dosen dan mahasiswa Farmasi Universitas Sriwijaya (Unsri). Dirangkum oleh dosen pembimbing apt Rafiqah Nur Viviani, M.S.Farm. Serta kelompok mahasiswa farmasi, Qanitah Tsany Qaisha, Annisa Tsaniyah Munirah, Regita Meylani, Nazwa Maharani, Hana Vania Putri, dan Silvina.
Menjelaskan bahwa jawabannya terletak pada metabolisme tubuh—sistem kompleks yang menentukan seberapa cepat tubuh mengubah makanan menjadi energi.
BACA JUGA:Lengkeng, Permata Tropis dengan Segudang Khasiat untuk Tubuh dan Pikiran
BACA JUGA:Smartwatch Pro T9 Gen9: Wearable Terjangkau dengan Fitur Lengkap untuk Gaya Hidup Aktif
Rahasia di Balik Metabolisme: Mesin Pembakar Kalori Alami
Metabolisme bukan sekadar istilah ilmiah. Ia adalah mesin biologis yang menentukan seberapa efisien tubuh kita membakar kalori.
Orang yang tetap ramping meski makan banyak umumnya memiliki pengeluaran energi yang lebih tinggi, meliputi:
- Basal Metabolic Rate (BMR) atau Resting Metabolic Rate (RMR) — energi dasar untuk fungsi vital tubuh (60–70%).
- Thermic Effect of Food (TEF) — energi yang digunakan untuk mencerna dan menyerap makanan (5–15%).
- Aktivitas fisik dan Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT) — energi dari aktivitas kecil sehari-hari seperti berjalan, berdiri, atau bahkan gelisah.
BACA JUGA:Nissan Juke 2025: Si Pemberontak Kota Kembali dengan Wajah Futuristik dan Teknologi Pintar
BACA JUGA:Wajah Baru SMPN 1 Telagasari, Simbol Revitalisasi Sekolah untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
NEAT menjadi faktor yang paling bervariasi. Individu dengan tingkat NEAT tinggi cenderung membakar lebih banyak kalori tanpa sadar, sehingga tubuhnya sulit menimbun lemak.
