Obat Insulin Gratis Selalu Habis, Jadi Keluhan Pasien, Giliran Bayar Tersedia
Keluhan pasien BPJS soal insulin yang selalu habis di RSUD Kayuagung-foto: net-
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pasien RSUD Kayuagung mengeluhkan sulit sekali mendapatkan obat insulin di apotek RSUD Kayuagung.
“Kalau kita minta ke apotek secara gratis (pakai BPJS, red) selalu dikatakan habis, sementara jika ingin membeli obat tersebut ada,” ujar Lia, salah satu pasien jaminan BPJS Kesehatan yang berobat ke RSUD Kayuagung.
Padahal ia harus menebus tujuh macam obat insulin untuk penyakitnya. "Satu obat itu harganya Rp120 ribu," terangnya lagi. Jadi bayangkan, banyak sekali uang yang harus ia keluarkan jika mesti membayar obat tersebut. Karena menunggu reimburse dibayar perusahaan tidak sebentar.
Ia mempertanyakan mengapa bisa seperti itu padahal sebelumnya sistemnya tidak harus reimburse bahkan gratis. "Kalau harus reimberse bingung juga kami banyak sekali uang yang harus dikeluarkan," bebernya. Ditanya di apotek jika ingin mencari obat secara gratis kosong sementara kalau membayar ada obatnya. "Bagaimana ini, artinya obat itu sebenarnya ada kalau membayar," keluhnya.
BACA JUGA:Akhirnya, Indonesia Produksi Insulin Berbahan Lokal dan Halal
BACA JUGA:Saat Minum Obat, Hindari Jenis Makanan Ini, Yuk Dikepoin
Kepala Bagian SDM Umum Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Hendra Kurniawan menjelaskan kalau memang indikasi medis memerlukan insulin akan dijamin JKN. "Tapi sebaiknya yang bersangkutan melapor keluhan melalui mobile JKN , atau Care Center 165 supaya bisa ditindaklanjuti ke rumah sakit," tukasnya.
