Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Cegah Komplikasi Berbahaya Penyakit Gerd

WASPADA : Jangan anggap remeh penyakit asam lambung atau gerd karena bisa menyebabkan komplikasi berbahaya. -foto: ist-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Mungkin pernah dengar ada seseorang yang punya penyakit Gerd. Penyakit asam lambung atau Gerd ini merupakan kondisi ketika mengalami rasa seperti ada makanan mengganjal di kerongkongan diikuti rasa panas terbakar. 

Di kalangan awam, Gerd seringkali dianggap sama dengan maag karena kemiripan gejalanya yang sama-sama melibatkan organ lambung. Padahal, jika dilihat dari faktor penyebabnya, maag dan Gerd adalah dua penyakit yang berbeda. Gerd juga tidak boleh dianggap remeh karena bisa menyebabkan komplikasi berbahaya. 

Dr Ignatius Bima Prasetya SpPD, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Group menjelaskan, Gerd atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa nyeri serta ketidaknyamanan di dada. Gerd dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada dinding esofagus jika tidak ditangani dengan baik. 

“Tidak semua pasien Gerd perlu menjalani gastroskopi. Diagnosis bisa dilakukan dengan pemeriksaan klinis, uji fisik, kuesioner, dan respons terhadap obat. Namun, pada kasus tertentu, gastroskopi sangat diperlukan untuk menilai tingkat kerusakan dinding kerongkongan,” jelas dr. Bima. Dia menyebut terdapat empat tingkatan kerusakan dinding esofagus akibat Gerd, mulai dari peradangan ringan hingga kondisi yang lebih serius seperti Barrett's Esophagus, yang berpotensi berkembang menjadi kanker esofagus. 

BACA JUGA:Sempat Drop Karena GERD, Ini Curhat Wendi Cagur

BACA JUGA:Dorong Pemanfaatan Lahan, Gerdal Keong Sawah, Perluasan GSMP di Desa Bukit Langkap Muratara

Oleh karena itu, pasien dengan gejala Gerd yang semakin berat, seperti nyeri menelan, muntah darah, atau penurunan berat badan yang signifikan, disarankan menjalani gastroskopi untuk memastikan kondisi mereka dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Selain itu, gastroskopi juga dapat membantu menilai efektivitas pengobatan Gerd. “Jika pasien sudah menjalani terapi tetapi masih mengalami gejala yang persisten, pemeriksaan ini bisa membantu dokter dalam menyesuaikan metode pengobatan yang lebih tepat,” tuturnya. 

Beberapa tanda bahaya atau alarm symptoms yang mengindikasikan Gerd sudah dalam tahap serius adalah ketika terasa sulit menelan (disfagia) diikuti da rasa nyeri saat menelan (odinofagia). Kemudian ada gejala bronkial berulang dan pneuminia aspirasi, suara terdengar serak (disfonia) dan batuk berulang atau sering kambuh serta adanya perdarahan di saluran cerna.

Mual atau muntang yang sering terjadi dan nyeri persisten juga bisa menjadi tanda kalau Gerd sudah di level serius. Paling parah adalah kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia, oenurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan terus berlanjut dan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).

Adanya benjolan di bagian atas perut (epigastrum) juga menjadi tanda Gerd sudah parah. Gejala tidak umum yang pertama kali muncul pada usia 44-45 tahun dan riwayat keluarga memiliki kanker esofagus atau kanker lambung. Jika pasien mengalami gejala tersebut, sangat penting untuk segera menjalani pemeriksaan lanjutan agar kondisi tidak semakin memburuk. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti penyempitan saluran esofagus atau perubahan sel yang berisiko menjadi kanker.

BACA JUGA:Lakukan Gerdal, Puluhan Tikus Dibasmi

BACA JUGA:5 Langkah-Langkah Mengatasi Gerd yang Sering Kambuh

Sementara dr. Bima menjelaskan bahwa gastroskopi memungkinkan dokter melihat langsung kondisi dalam saluran cerna pasien dengan menggunakan selang fleksibel yang di ujungnya terdapat kamera. “Prosedur ini membantu dalam menegakkan diagnosis secara lebih akurat serta menentukan pengobatan yang sesuai bagi pasien,” imbuhnya. 

Menurut dr. Bima, gastroskopi adalah prosedur medis yang sangat penting untuk mendeteksi kelainan di saluran pencernaan. "Dengan gastroskopi, kita dapat melihat langsung kondisi dalam saluran cerna pasien dan menentukan diagnosis dengan lebih akurat," ujarnya. Dengan gastroskopi dokter dapat menilai kondisi kerongkongan, lambung, dan usus secara real-time. Prosedur ini digunakan untuk mendiagnosis berbagai gangguan pencernaan, seperti peradangan, tukak lambung, infeksi, hingga kanker lambung.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan