Cuaca Terik, Ini Tips Kulit ‘Anti-Burik’
SUNSCREEN: Salah satu hal yang wajib dilakukan saat cuaca panas adalah mengoleskan sunscreen--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Cuaca panas terik di musim kemarau yang saat ini melanda Indonesia termasuk Sumatera Selatan membuat kulit menjadi mudah iritasi, kering dan kusam. Nah, Dr dr Yuli Kurniawati SpDVE Subsp DKE dari RSUP Dr Mohammad Hoesin/FK Unsri Palembang dan Apotek/Klinik Adhitia 3, Jl Cipto No 18 Palembang memberikan tips dan trik bagaimana perawatan kulit yang aman selama musim kemarau.
Katanya, kulit merupakan organ tubuh yang berfungsi melindungi tubuh dari lingkungan sekitar termasuk suhu panas, dingin. "Tubuh akan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Pada saat terpajan suhu panas terik, tubuh akan mengatur cairan tubuh kita, salah satunya dengan mengeluarkan keringat," jelasnya.
BACA JUGA:Tips Tetap Sehat di Tengah Gempuran Cuaca Panas Ekstrem
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA: Cuaca di Madinah Capai 40 Derajat Celsius, Jemaah Diminta Minum Oralit dan Hemat Tenaga
Lebih jauh dijelaskan, kulit yang terpajan cuaca panas terik akan mudah kering, kusam karena kandungan air pada sel kulit juga berkurang, kelembaban menurun sehingga skin barrier (sawar kulit) berkurang sehingga kondisi ini akan mempermudah iritasi.
"Perawatan kulit tidak hanya untuk wajah, tapi kulit keseluruhan, rambut dan kuku. Perawatan kulit juga harus diperhatikan jenis kulit, usia, dan kecenderungan kulit untuk lebih sensitif. Penggunaan produk perawatan kulit dan tindakan juga harus diperhatikan sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, perawatan kulit anak dan remaja harus sesuai, jangan sampai penggunaan produk perawatan kulit mengikuti tren medsos," sambung dr Yuli.
BACA JUGA:Cara Aman Puasa di Tengah Cuaca Panas bagi Para Pekerja Lapangan
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Dinkes Prabumulih: Kasus Penyakit Naik 30%
Katanya, banyak sekali kasus kulit remaja menjadi lebih mudah berjerawat, timbul pigmentasi ataupun penuaan kulit dini karena menggunakan produk “online” atau mengikuti produk yang dipromosikan oleh “influencer”/medsos. "Perawatan kulit anak dan remaja harus sesuai dengan kondisi kulit dan tetap menggunakan sunscreen/tabir surya terutama saat aktivitas di luar ruangan. Pelembab pada remaja belum diperlukan kecuali pada kasus tertentu, sering kali para remaja menggunakan pelembab sehingga justru dapat mempermudah timbul akne," jelasnya.
Lanjut dr Yuli, produk perawatan kulit untuk orang dewasa yang digunakan tetap harus sesuai dengan jenis kulit. Gunakan secara rutin sunscreen atau tabir surya dan pelembab sesuai kebutuhan. Tips menggunakan sunscreen/tabir surya, pilih sunscreen spektrum luas dengan SPF (Sun Protector Factor) minimal 30 untuk melindungi sinar ultraviolet B, dan PA (+ sampai dengan +++++) untuk perlindungan terhadap sinar ultraviolet A.
BACA JUGA:Cuaca Pancaroba Bikin Warga Palembang Rentan Terserang Influenza A
BACA JUGA:Tetap Bugar di Cuaca Tak Menentu, Ini Rahasia Tubuh Kuat dan Tidak Mudah Sakit
Gunakan sunscreen sekitar 15-30 menit sebelum kegiatan pagi dan diulangi kisaran 3-5 jam kemudian. Jenis kulit normal boleh menggunakan sunscreen dengan formula apa pun, untuk kulit kering gunakan formula krim dengan penambahan pelembab seperti ceramid, asam hialuronat. Kulit sensitif sebaiknya menggunakan sunscreen dengan formula ringan, tanpa pewangi dan pewarna dan gunakan mineral sunscreen yang mengandung titanium dioksida/zinc oksida.
"Kulit berminyak dapat menggunakan sunscreen atau tabir surya bentuk gel, bahan dasar air, nonkomedogenik, sedangkan kulit kombinasi dapat menggunakan sunscreen dalam bentuk krim, gel atau losion. Jumlah sunscreen yang digunakan tidak boleh terlalu tipis atau tebal, sekitar 1 sendok teh kecil untuk seluruh wajah," terangnya seraya mengatakan, gunakan sunscreen seluruh wajah, leher, telinga. Gunakan juga pelindung fisik seperti topi, payung, baju lengan panjang dengan bahan yang menyerap keringat saat panas terik. Hindari berada di luar ruangan pada jam 10.00–15.00.
BACA JUGA:6 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Cuaca Tak Menentu
BACA JUGA:Saat Cuaca Tak Menentu, Waspadai 7 Ancaman Kesehatan Ini
Cuaca panas dapat meningkatkan risiko iritasi setelah penggunaan produk skincare yang bersifat eksfoliatif atau yang berfungsi mengangkat sel kulit yang mati. Beberapa kandungan seperti retinol, asam retinoat atau retinoid, AHA, BHA, scrub atau lulur dengan butiran scrub, dan lainnya dapat meningkatkan risiko iritasi seperti kulit kemerahan, gatal, menyengat ataupun terkelupas.
"Hindari penggunaan produk skincare yang mengandung bahan tersebut terutama setelah kita banyak aktivitas di bawah sinar matahari. Selain itu kita dapat mengurangi pemakaian krim tersebut dari dosis yang biasa kita pakai, misalnya cukup dipakai 2-3 kali/minggu atau mengikuti anjuran dokter. Segera menghentikan skincare bila terjadi kemerahan, gatal, ataupun nyeri setelah penggunaan krim tersebut dan segera kontrol ke dokter," sambungnya.
Ia mengatakan, perlu diingat tindakan perawatan kulit seperti peeling, laser, IPL (Intense Pulse Light) harus dilakukan oleh dokter yang berkompeten seperti Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika (SpDVE) agar indikasi dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan tujuan pengobatan.
BACA JUGA:15 Ribu Kasus ISPA di Lahat, Dinkes Imbau Warga Waspada Perubahan Cuaca
