Makarti Jaya: Perintis Transmigrasi Perairan Pertama di Sumatera Selatan
Makarti Jaya merupakan salah satu dari 21 kecamatan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.-Foto: IST -
Pada 1977, Kriyo resmi berubah menjadi Desa Makarti Jaya, dengan Jamali Toyib sebagai kepala desa pertama. Wilayah ini saat itu berada di bawah Kecamatan Pembantu Sungsang.
Nama Makarti Jaya sendiri diusulkan oleh Yatim Tukijo, seorang seniman wayang kulit yang juga mencetuskan nama jalan dan lorong di desa tersebut.
Di bawah kepemimpinan Jamali Toyib, berbagai fasilitas publik mulai dibangun, termasuk pasar, sekolah, puskesmas, lapangan olahraga, serta sarana ibadah seperti masjid dan pura.
BACA JUGA:Askolani Sindir Pejabat Pemkab Banyuasin, 'Jadi Tahu Siapa yang Setia'
BACA JUGA:NGERI! Tawuran M4ut di Banyuasin, Remaja 16 Tahun Tew4s dengan Luka Tusvk di Perut dan Dada
Perkembangan hingga Menjadi Kecamatan
Pada 1984, pemilihan kepala desa kedua digelar, dengan H. Mikidin terpilih sebagai pemimpin. Di bawah pemerintahannya, jumlah penduduk mengalami peningkatan pesat seiring berkembangnya fasilitas umum. Pemilihan kepala desa berikutnya pada 1989 menghasilkan Supardan sebagai kepala desa ketiga.
Di bawah kepemimpinan Supardan, status Makarti Jaya meningkat menjadi kelurahan. Kemudian, pada 1992, Makarti Jaya resmi menjadi kecamatan, menandai era baru dalam perkembangannya.
Ardiansyah ditunjuk sebagai lurah pertama dengan masa jabatan 1992-1999. Kemudian, kepemimpinan diteruskan oleh Helman (2000-2002), disusul Arif Maulana yang menjabat selama enam bulan, dan Almusa yang mengisi kekosongan jabatan sebagai Kasi Yamun.
Makarti Jaya, Pusat Perkembangan di Banyuasin
Kini, Makarti Jaya terus berkembang sebagai pusat ekonomi, pendidikan, dan sosial di Kabupaten Banyuasin.
Dengan sejarah panjang sebagai daerah transmigrasi perairan pertama, Makarti Jaya menjadi bukti nyata bagaimana kebijakan transmigrasi dapat mendorong kemajuan daerah terpencil menjadi pusat pertumbuhan yang dinamis.
