Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Lahan Semak Kini Hasilkan Rupiah

UBAH: Lahan yang dulunya semak belukar kini bisa dijadikan lahan produktif dengan melakukan penanaman tanaman sayur, cabai, ubi hingga jagung. -FOTO: KHOLID/SUMEKS-

MARTAPURA, SUMATERAEKSPRES.ID – Di saat isu ketahanan pangan terus digaungkan pemerintah, kisah inspiratif lahir dari sudut sederhana di Desa Karang Jaya, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur.

Amir (45), petani lokal, membuktikan tekad dan ketekunan mampu mengubah lahan tak bernilai menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Minta Jaminan Harga saat Panen, Petani Jagung Belitang II Kejar Produksi Maksimal

BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Tegal Rejo Salurkan Bantuan Pupuk dan Obat Hama untuk Petani Jagung

Dua tahun lalu, tak ada yang melirik lahan seluas sekitar 3/4 hektare milik Amir. Semak belukar tumbuh liar, tanahnya tak terurus, dan dianggap tak memiliki nilai ekonomi. Namun, di mata Amir, lahan itu menyimpan peluang.

Berbekal semangat, ia mulai membersihkan dan mengolah tanah tersebut secara bertahap. Tanpa modal besar dan tanpa hasil instan, Amir menapaki proses panjang yang penuh kerja keras. “Awalnya saya tanam untuk kebutuhan sendiri dulu, seperti sayur, cabai, sama ubi,” ujarnya.

Langkah sederhana itu menjadi fondasi penting. Setiap panen dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga. Dari situ, Amir mulai melihat potensi lebih besar, lahan ini bisa menjadi sumber pendapatan.

Setelah mempelajari kondisi pasar dan mendapat arahan dari penyuluh pertanian, Amir mengambil keputusan penting. Ia beralih menanam jagung, komoditas yang dinilai lebih stabil dari sisi harga dan permintaan.

“Jagung ini lebih menjanjikan. Perawatannya juga tidak terlalu sulit, dan harganya sudah ada patokan dari pemerintah, jadi kami lebih tenang,” katanya.

Keputusan itu terbukti tepat. Selain cocok dengan kondisi tanah di wilayah Belitang II, tanaman jagung juga relatif mudah dikelola. Amir tetap bisa mengurus lahannya tanpa meninggalkan aktivitas utamanya sebagai petani.

Kini, lahan yang dulu terbengkalai itu telah berubah total. Barisan tanaman jagung tumbuh rapi, menjadi simbol perubahan sekaligus harapan baru bagi ekonomi keluarga Amir. Saat musim panen tiba, hasilnya mampu memberikan tambahan penghasilan yang cukup signifikan.

Tak hanya kerja keras pribadi, keberhasilan ini juga mendapat dukungan dari aparat setempat. Polsek Belitang II aktif melakukan pendampingan dan monitoring terhadap pemanfaatan lahan produktif di wilayahnya.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong kemandirian warga melalui program ketahanan pangan.

BACA JUGA:Penyuluh BPP Prabumulih Timur Dampingi Petani Jagung di Gunung Ibul, Cegah Hama Sejak Dini

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan