USD Menguat, Ini Penyebabnya
Ditengah ketegangan geopolitical Timur Tengah dan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed, mata uang USD menguat sebagai aset safe haven disertai pergerakan dinamis pada pasar minyak mentah dan valuta asing.-Foto : ist-
SUMATERAEKSPRES.ID - USD relatif menguat terhadap mata uang lainnya diakhir minggu lalu, didorong oleh meningkatnya permintaan akan aset safe haven ditengah semakin meluasnya konflik di Timur Tengah, dan juga ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya dalam minggu ini ditengah ketahanan ekonomi AS yang ditunjukkan oleh data-data yang keluar dalam minggu lalu.
#AS dan Iran menghentikan serangan antara keduanya setelah Iran mengadakan pembicaraan dengan Oman seputar pengendalian di Selat Hormuz dan juga keputusan Presiden Donald Trump untuk tidak meningkatkan serangan saat ini ditengah kekuatiran menipisnya persediaan amunisi, membuat USD terkoreksi dipembukaan pagi ini, dan harga minyak juga kembali turun kelevel USD 80-an perbarrelnya.
Iklan Google/Link Sponsor
#RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunganya 1 kali lagi dalam tahun ini dibulan September, namun hal tersebut tergantung dari data-data inflasi yang dihasilkan.
#Sementara itu JPY mengarah kelevel terlemahnya dalam 40 tahun terakhir terhadap USD, meskipun berulangkali telah dikeluarkan peringatan akan kemungkinan dilakukannya intervensi oleh pihak otoritas Jepang.
BACA JUGA:Cas Motor Listrik Semalaman, Amankah untuk Baterai?
BACA JUGA:Vivo X90 Pro+: HP Flagship Monster Sensor 1 Inci dengan Hasil Foto Masterpiece Berkelas
KURS V1
BANK BUY BANK SELL
USD 17,920 17,990
SGD 13,878 13,975
HKD 2,279.67 2,296.78
CHF 21,952 22,114
JPY 109.28 110.16
