Toyota Kijang Super 2026 vs Versi Lama: Duel MPV Legendaris, Pilih Modern atau Nostalgia?
Toyota kembali menghidupkan nama besar Kijang Super melalui model terbaru tahun 2026. Hadir dengan teknologi hybrid-Foto: IST-
SUMATERAEKSPRES.ID – Toyota kembali menghidupkan nama besar Kijang Super melalui model terbaru tahun 2026. Hadir dengan teknologi hybrid, desain modern, dan fitur canggih, mobil ini menyasar keluarga masa kini yang mengutamakan efisiensi serta kenyamanan.
Di sisi lain, Kijang Super generasi lama produksi 1986–1996 tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia berkat ketangguhan mesin, biaya perawatan yang terjangkau, dan nilai nostalgia yang kuat.
Perbandingan keduanya menjadi menarik, karena tidak sekadar soal spesifikasi, tetapi juga menyangkut gaya hidup dan preferensi pengguna.
BACA JUGA:Menang Dramatis, SFC-19 Bakal Dapat Guyuran Bonus Lagi Nih Dari Bos David
BACA JUGA:Dua Raksasa Bertarung di Liga Champions, PSG dalam Kepercayaan Diri Tinggi Jamu Liverpool
Sejarah Singkat Kijang Super
Kijang Super generasi lama diproduksi pada periode 1986 hingga 1996 sebagai penerus Kijang Kotak.
Model ini dikenal luas sebagai mobil keluarga “sejuta umat” karena daya tahan dan kemudahan perawatannya.
Produksinya berakhir setelah kemunculan Kijang Kapsul yang membawa desain lebih modern.
Sementara itu, Kijang Super 2026 hadir sebagai bentuk kebangkitan nama legendaris tersebut.
BACA JUGA:Dua Raksasa Bertarung di Liga Champions, PSG dalam Kepercayaan Diri Tinggi Jamu Liverpool
BACA JUGA:Berisiko Penurunan Interaksi Akademik dan Disiplin Belajar, Bila PJJ Diberlakukan Jangka Panjang
Toyota memposisikannya sebagai MPV ramah lingkungan dengan teknologi hybrid, sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas keluarga modern di Indonesia.
Perbandingan Detail
1. Harga
Kijang Super 2026 dipasarkan dengan kisaran harga sekitar Rp240 juta. Sementara itu, Kijang Super lama saat ini hanya tersedia di pasar mobil bekas dengan rentang harga Rp40 juta hingga Rp170 juta, tergantung kondisi dan tahun produksi.
2. Mesin
Model 2026 mengusung mesin hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik serta emisi lebih rendah. Sebaliknya, versi lama menggunakan mesin bensin konvensional yang terkenal tangguh, namun relatif lebih boros.
