7 Jurusan Kuliah dengan Paling Gampang Cari Kerja, Dijamin Anti Pengangguran
Ini 7 jurusan kuliah yang tingkat penyerapan tenaga kerja tinggi yaitu Bidang teknologi hingga bisnis karena tingkat pengangguran rendah-Foto: IST-
SUMATERASPRES.ID - Persaingan mencari kerja semakin ketat, namun sejumlah jurusan kuliah tetap menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi.
Bidang teknologi, kesehatan, dan bisnis masih menjadi pilihan utama karena tingkat pengangguran rendah serta permintaan industrinya terus meningkat.
Tren ini sejalan dengan arah pasar kerja Indonesia dan global yang menempatkan STEM serta layanan esensial sebagai kebutuhan utama.
BACA JUGA:8 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia
1. Teknik Informatika / Ilmu Komputer
Jurusan ini menjadi primadona berkat percepatan digitalisasi. Lulusan banyak dicari sebagai software developer, data analyst, hingga cybersecurity specialist. Hampir semua sektor—mulai dari keuangan hingga pemerintahan—membutuhkan tenaga IT kompeten.
2. Administrasi Bisnis / Manajemen
Studi manajemen tetap relevan karena memberikan pemahaman strategis tentang pengelolaan organisasi.
Prospeknya diprediksi terus tumbuh hingga 2031, terutama di perusahaan rintisan, korporasi besar, hingga sektor jasa.
BACA JUGA:7 Jurusan Kuliah di Indonesia dengan Tingkat Pengangguran Lulusan Tertinggi
BACA JUGA:8 Tips Memilih Kampus Sesuai Jurusan & Prospek Karier 2025
3. Kedokteran dan Keperawatan
Sektor kesehatan tak pernah surut permintaan. Lulusan profesi dokter, perawat, dan tenaga medis spesialis menjadi prioritas di rumah sakit, klinik, dan pusat layanan kesehatan lainnya. Tingkat penyerapan tenaga medis tergolong cepat berkat kebutuhan layanan yang terus meningkat.
4. Teknik Industri
Dengan catatan tingkat pengangguran yang sangat rendah, hanya sekitar 0,2%, jurusan ini diminati industri manufaktur, logistik, dan supply chain. Posisi seperti analis proses, quality assurance, dan perencana produksi menjadi target karier bagi lulusannya.
5. Administrasi Kesehatan
Bidang ini fokus pada tata kelola fasilitas medis. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 29% hingga 2033, seiring peningkatan rumah sakit, klinik, dan layanan kesehatan berbasis digital.
6. Akuntansi dan Keuangan
Profesi analis keuangan, auditor, dan konsultan pajak masih menjadi tulang punggung di bank, lembaga asuransi, perusahaan swasta, hingga instansi pemerintah.
