60 Kelompok Tani Prabumulih Terima Pupuk Organik Cair Gratis
SALURKAN: Sebanyak 60 kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) secara resmi menerima bantuan pupuk organik cair yang diberikan secara gratis oleh Dinas Pertanian Kota Prabumulih. -FOTO: DIAN/SUMEKS-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID -Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Pertanian kembali menyalurkan bantuan pupuk organik cair (POC) pada para petani dalam kegiatan bertajuk Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) Hewan, Tumbuhan, dan Mikroorganisme Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2025 di Aula Fave Hotel Prabumulih.
Sebanyak 60 kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) secara resmi menerima bantuan pupuk organik cair yang diberikan secara gratis oleh Dinas Pertanian Kota Prabumulih.
BACA JUGA:Sulap Urine Kelinci jadi Pupuk Organik Cair
BACA JUGA:Jangan Buang Air Cucian Beras, Ini Manfaatnya Bagi Tananam, Bisa jadi Pupuk Organik Cair
Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Alfian SP mengatakan, bantuan pupuk organik cair terakhir kali diberikan pada 2003.
“Di 2025 ini, kita kembali menyalurkan POC pada 60 kelompok tani sebagai upaya mendukung kebutuhan nutrisi tanaman di tengah terbatasnya ketersediaan pupuk subsidi,” katanya.
Saat ini, pupuk subsidi sangat terbatas dan pendataan penerima masih berlangsung. “Karena itu, kami memberikan pupuk cair organik agar petani bisa meningkatkan penggunaan pupuk organik di Prabumulih.
Semoga bantuan ini menambah wawasan petani selain ketergantungan pada pupuk kimia,” ujar Alfian.
Pria berkacamata itu menegaskan, bantuan POC ini diberikan tanpa biaya. Setiap kelompok mendapatkan 10 botol pupuk organik, di mana setiap botol berisi setengah liter.
Asisten Pemerintah Kota Prabumulih, Dr H Aris Priadi menegaskan, pemkot terus berkomitmen memberi dukungan terbaik bagi KWT dan kelompok tani di seluruh wilayah.
“Kami mengapresiasi pemberian pupuk dan sosialisasi untuk petani. Ini merupakan bagian dari dukungan Pemkot terhadap program nasional Asta Cita Presiden yang fokus pada penguatan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Dikatakan, mahalnya harga pupuk dan kelangkaan yang sering terjadi menjadi alasan pemerintah mendorong pemanfaatan pupuk organik.
Dengan menggunakan bahan yang lebih mudah diperoleh dan ramah lingkungan, para petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa terbebani biaya tinggi.
Pemkot berharap bantuan pupuk organik cair ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi petani di Prabumulih.
