Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Kendalikan Serangan Hama Tikus di Desa Lubuk Seberuk

PENGENDALIAN: Bersama petani, Petugas Penyuluh Pertanian Desa Lubuk Seberuk melakukan pengendalian hama tikus yang berpotensi serang tanaman padi.-Foto: Ist-

KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID  - Gerakan pengendalian (gardal) hama tikus dilakukan Petugas Penyuluh Pertanian Desa Lubuk Seberuk. Pasalnya saat ini petani tengah sibuk melakukan pengolahan lahan.

‘’Saat ini belum banyak hama tikus, tapi harus mulai diwaspadai, karenanya kami melakukan gardal terhadap  hama tikus,’’ ujar Priyo, penyuluh Pertanian Desa Lubuk Seberuk.

BACA JUGA:Petani Jejawi Semprot Padi Varietas Ciliwung dan Ciherang Cegah Hama Wereng

BACA JUGA:Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi di Ogan Ilir Tekan Risiko Gagal Panen

Ditambahkannya, karena hama tikus ini akan sangat merusak tanaman padi jika dibiarkan dan pengendalian hama tikus ini memerlukan pendekatan terpadu berkelanjutan dan melibatkan seluruh petani.

Hama tikus sendiri dapat menyerang berbagai fase pertumbuhan tanaman padi sehingga menyebabkan penurunan hasil panen dan kerugian ekonomi signifikan. 

‘’Saat tanaman padi berisi dan pematangan yang paling rentan terhadap serangan tikus,’’ katanya.Dikatakan, hama tikus dapat memakan bibit padi muda menganggu pertumbuhan awal tanaman, merusak batang padi, terutama pada fase anakan dan bunting menyebabkan tanaman patah. 

BACA JUGA:Petani Lubuk Seberuk Mulai Panen Padi, Hasil Melimpah dan Bebas Serangan Hama

BACA JUGA:Hama Keong Mas Serang 35 Hektare Sawah di OKU Timur, Petani Diimbau Waspada

‘’Pengendalian terpadu dengan menggunakan rodentisida  atau racun tapi harus berhati-hati dan mengikuti aturan yang ditetapkan,’’ ujarnya.

Tanpa pengendalian yang tepat, kemungkinan besar panen padi tidak akan dinikmati para petani. (uni/)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan