Warga Lahat Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Swasembada Pangan Keluarga
MANFAATKAN PEKARANGAN: Beragam tanaman mulai dari buah-buahan, sayur mayur hingga bumbu dapur ditanam Yoga, warga Bandar Agung, Lahat di halaman rumahnya. FOTO: AGUSTRIAWAN/SUMEKS--
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID – Yoga, warga Bandar Agung berperan aktif melakukan swasembada pangan yang dilakukan secara mandiri di rumah.
Pria ini memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya dengan menanam berbagai tanaman pangan. Seperti buah-buahan, sayuran, hingga bumbu masak seperti merica, dan kunyit.
BACA JUGA:Antoni Sulap Pekarangan Rumah di Indralaya Jadi Kebun Mini Penghasil Sayur Dapur
BACA JUGA:Mualdi, Pensiunan Guru di Ogan Ilir Sukses Kelola Peternakan Ayam Petelur dari Pekarangan Rumah
Menurut Yoga, kegiatan berkebun ini awalnya bermula dari hobi yang memberikan manfaat lebih besar.
“Saya mulai menanam pepaya dan cabai hanya untuk hiburan dan mempercantik halaman rumah. Namun, seiring waktu, saya merasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari,” ujarnya.
Selain sebagai sumber pangan, halaman rumah yang dipenuhi tanaman juga menambah nilai estetika dan membuat lingkungan menjadi lebih hijau serta asri.
‘’Saya berharap kegiatan sederhana ini bisa menginspirasi warga lain untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai sumber pangan alternatif dan mendukung ketahanan pangan lokal,’’ katanya.
Praktik seperti yang dilakukan Yoga dianggap penting, mengingat semakin mahalnya harga bahan pangan di pasaran.
Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya bisa menghemat pengeluaran, tetapi juga mendapatkan bahan pangan yang segar dan sehat langsung dari kebun sendiri.
BACA JUGA:Berlebih Makan Sendiri, Jual Pakcoy Panen dari Pekarangan Rumah ke Pasar Kebun Bunga
BACA JUGA:Polsek Pseksu Dorong Warga Budidaya Lele Mandiri Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah
Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak diharapkan terus meningkat agar gerakan swasembada pangan berbasis pekarangan rumah ini semakin meluas.
Ini akan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional. (gti/)
