Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Bisa Sebabkan Kehilangan Hasil hingga 90 Persen, Waspadai Penggerek Batang

PENGENDALIAN: Petani dibantu petugas penyuluh melakukan pengendalian terhadap hama penggerek batang padi. -FOTO: PENYULUH FOR SUMEKS-

BANYUASIN, SUMATERAEKSPRES.ID – Hama penggerek batang padi memang sering menyerang tanaman padi. Hama ini mulai menyerang sejak persemaian hingga fase pematangan bulir padi.  Hal inilah yang terjadi pada lahan padi milik petani di Desa Muara Baru Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin.

Saat serangan hama pada fase vegetatif disebut sundep (deadhearts). Gejala titik tumbuh tanaman muda mati. Sedangkan gejala serangan penggerek pada fase generatif disebut beluk (whiteheads) dengan gejala malai mati, bulir hampa dan kelihatan berwarna putih.

Satu ekor larva sampai menjadi ngengat dapat menghabiskan 6-15 batang tanaman padi.  Jika dibiarkan kehilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 90 persen. Ini tentu akan mengurangi hasil yang didapat.

Agar tak menyebar, dilakukan pengendalian terhadap hama tersebut.  Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ini didampingi petugas POPT, Karla Kasihta Jaya SP dan PPEP POPT, Asy Syifa APM.

BACA JUGA:Serangan Hama Ulat Grayak (UGF) Serang Tanaman Jagung di Lubuklinggau, Ini Cara Pengendaliannya

BACA JUGA:Serangan Hama Wereng dan Walang Sangit, Panen Padi di OKU Merosot Hingga 50 Persen

Luas lahan pengendalian seluas 1 Ha. Petani yang didampingi penyuluh melakukan penyemprotan menggunakan Insektisida berbahan aktif Dimehipo bantuan dari BPT Unit I Palembang.

Setelah dilakukan pengendalian, akan dilakukan evaluasi 3-5 hari kemudian.  ‘’Apabila masih ditemukan serangan Penggerek Batang Padi segera lakukan pengendalian lanjutan dengan bahan pengendali yang sama,’’ ujar Karla, petugas.

Selain melakukan penyemprotan, lanjutnya, bisa juga dilakukan pengembalian secara mekanik. Yakni dengan mengumpulkan kelompok telur kemudian dimusnahkan.  ‘’Pengamatan intensif untuk memantau perkembangan OPT harus dilakukan,’’ katanya.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan