Hasil Panen Untuk Kebutuhan Keluarga
BERSIHKAN GULMA: Suan (31), warga Jalan Tiara Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat membersihkan gulma dari tanaman cabai di halaman rumahnya. FOTO: AGUSTRIAWAN/SUMEKS--
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID - Suasana pagi di sudut permukiman warga di Kabupaten Lahat tampak berbeda. Deretan polybag berisi tanaman cabai menghiasi halaman rumah, teras hingga pekarangan milik warga. Aktivitas menyiram tanaman kini menjadi rutinitas baru yang perlahan tumbuh menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Menanam cabai di pekarangan rumah mulai digemari warga. Selain menjadi hobi yang menyenangkan, kegiatan tersebut juga dianggap mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung program swasembada pangan yang tengah digaungkan pemerintah.
BACA JUGA:Warga Kabupaten Lahat Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif, Dukung Program Swasembada Pangan
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Sistem Tumpang Sari di Lahat, Tanam Kopi dan Kangkung Tambah Pendapatan
Suan (31), warga Jalan Tiara, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, mengatakan dirinya mulai menanam cabai sejak beberapa bulan terakhir. Awalnya hanya mencoba mengisi waktu luang, namun kini ia semakin serius merawat tanaman cabainya setelah melihat hasil yang cukup baik. “Hasil panen sudah bisa untuk kebutuhan sendiri. Jadi tidak terlalu sering beli cabai di pasar,” ujarnya sambil membersihkan gulma di sekitar tanaman.
Menurutnya, menanam cabai tak membutuhkan lahan luas. Dengan memanfaatkan ember bekas maupun polybag, tanaman cabai tetap bisa tumbuh subur asalkan rutin disiram dan mendapat cukup sinar matahari.
Hal serupa juga dilakukan warga lainnya. Pekarangan rumah yang sebelumnya kosong kini dimanfaatkan menjadi kebun kecil produktif. Tidak hanya cabai, sebagian warga juga menanam tomat, terong hingga sayuran dapur lainnya.
BACA JUGA:Lahan Belukar Disulap Jadi Agrowisata Produktif di Lahat, Bupati Bursah Zarnubi Turun Langsung
BACA JUGA:Petani Lahat Keluhkan Pupuk dan Hama, Bhabinkamtibmas Turun Dampingi Lahan Jagung
Kebiasaan baru tersebut dinilai membawa dampak positif, terutama saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Warga merasa lebih terbantu karena sebagian kebutuhan dapur dapat dipenuhi dari hasil tanaman sendiri.
Selain bernilai ekonomis, aktivitas berkebun juga menciptakan suasana lingkungan yang lebih hijau dan asri. Warga berharap gerakan memanfaatkan pekarangan rumah ini terus berkembang sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga di tingkat rumah tangga.
BACA JUGA:Polres Lahat Terjun Langsung Pantau Tanaman Jagung Warga demi Ketahanan Pangan
BACA JUGA:Kembangkan Potensi Perikanan, Danau Batu Lahat Disiapkan Dukung Ketahanan Pangan
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, semangat warga Lahat membudidayakan cabai menjadi bukti upaya mendukung swasembada pangan dapat dimulai dari halaman rumah sendiri.
