Lahan Belukar Disulap Jadi Agrowisata Produktif di Lahat, Bupati Bursah Zarnubi Turun Langsung
BUDIDAYA IKAN LELE: Bupati Lahat Bursah Zarnubi saat meninjau kolam ikan lele di kawasan agrowisata produktif di Desa Lesung Batu, Kecamatan Mulak Ulu. -FOTO: AGUSTRIAWAN/SUMEKS-
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID - Siapa sangka, lahan belukar seluas lima hektare di Desa Lesung Batu, Kecamatan Mulak Ulu, kini menjelma menjadi kawasan agrowisata produktif.
Kebun Buah Cuko Simpou tak hanya menyajikan hamparan tanaman buah dan kopi, tetapi juga menjadi motor baru penggerak ekonomi desa.
BACA JUGA:Tanaman Melon Rawan Hama, Musim Hujan Jadi Tantangan Agrowisata Pulo Mas Empat Lawang
BACA JUGA:Siapkan Tebat Payang Jadi Sentra Perikanan dan Agrowisata
Transformasi itu mendapat perhatian langsung dari Bupati Lahat Bursah Zarnubi. Orang nomor satu di Bumi Seganti Setungguan tersebut turun langsung meninjau kawasan terpadu yang dikembangkan melalui pemanfaatan dana desa.
Kepala Desa Lesung Batu Radius Prawira mengatakan, pengembangan agrowisata tersebut merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan desa.
Sebanyak 20 persen dana desa dialokasikan untuk mengelola lahan tidur menjadi aset produktif yang berdampak langsung bagi warga.
“Awalnya hanya lahan yang penuh dengan semak belukar. Sekarang sudah menjadi kebun buah, sayur-mayur, kopi, hingga kolam ikan lele. Semua dikelola kelompok tani desa dan diarahkan untuk meningkatkan PADes,” ujar Radius.
Tak sekadar pertanian, kawasan ini juga dikembangkan secara terpadu. Pemerintah desa menggandeng sejumlah instansi untuk mendukung program. Mulai dari bantuan bibit pertanian dan perkebunan, budidaya ikan lele, hingga pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Keberadaan TPS 3R dinilai strategis. Selain mendukung kebersihan lingkungan desa, fasilitas tersebut juga menjadi solusi pengelolaan sampah rumah tangga berkelanjutan di wilayah Mulak Ulu.
Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Lesung Batu yang dinilai tepat sasaran dalam memanfaatkan dana desa.
Program ketahanan pangan berbasis desa menjadi kunci memperkuat ekonomi masyarakat di tengah tantangan global.
BACA JUGA:Panen Terong Ungu Warnai Agrowisata Pulo Mas Empat Lawang, Wisata Edukatif Bernilai Gizi
BACA JUGA:Agrowisata Pulo Mas Dikembangkan, Bunda Hepy Panen Melon Golden di Empat Lawang
