Manfaatkan Lahan, Tanami Ubi Jalar Kuning
INVESTASI: Rafik dan Anita, warga Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang menanam ubi jalar yang merupakan investasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. - FOTO: HENDRO/SUMEKS-
EMPAT LAWANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Di balik rimbunnya dedaunan hijau di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang tersimpan harapan besar bagi pasangan petani, Rafik dan Anita.
Di lahan milik mereka, kini sedang tumbuh subur komoditas yang diprediksi akan menjadi primadona ekonomi keluarga, yakni ubi Jalar Kuning atau yang akrab disebut warga lokal sebagai Ubi Kepar Kuning.
Iklan Google/Link Sponsor
Bukan sekadar menanam, bagi Rafik, budidaya ubi jalar ini adalah investasi yang memerlukan keseriusan. Bertani ubi jalar memang terlihat sederhana, namun proses di baliknya cukup menantang. ‘’Modal yang diperlukan mulai dari tahap pengolahan lahan (garap tanah) hingga persiapan panen nanti terhitung cukup lumayan,’’ ujarnya.
Hal ini mencakup pembersihan lahan, pembuatan bedengan yang ideal, hingga pemeliharaan rutin agar umbi yang dihasilkan berkualitas super. Sektor pertanian adalah soal kesabaran. Tanaman ubi jalar kuning milik Rafik ini diperkirakan baru akan memasuki masa panen sekitar 4 bulan ke depan. Waktu tunggu ini dimanfaatkan untuk perawatan ekstra guna memastikan ubi tumbuh besar dan memiliki tekstur serta rasa yang diinginkan pasar.
BACA JUGA:Singkong, Ubi Jalar, dan Kentang: Tiga Alternatif Nasi dengan Kandungan Gizi Berbeda
BACA JUGA:Ubi Jalar Penyelamat Penderita Diabetes, Kaya Serat dan Aman Dikonsumsi Tiap Hari
Bagi Anita, istri Rafik, ubi jalar kuning bukan sekadar tanaman biasa. Tanaman ini sebagai jaring pengaman bagi keluarga. "Tanaman ubi ini sangat bermanfaat. Selain bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari, hasilnya juga sangat membantu ekonomi kami," ujar Anita.
Harapan besar pun digantungkan pada harga pasar. Mereka berharap, saat masa panen tiba nanti, harga ubi jalar kuning sedang melonjak tinggi. ‘’Jadi keuntungan yang didapat bisa menutup modal dan memberikan kesejahteraan lebih bagi kami,’’ katanya.
Dengan semangat yang ditunjukkan Rafik dan Anita di Desa Sawah, ubi jalar kuning terbukti bukan sekadar umbi-umbian biasa. Tapi ubi jalar menjadi simbol ketahanan pangan dan harapan ekonomi bagi petani di Kabupaten Empat Lawang.
