Cuaca Ekstrim, Waspada Serangan Hama
PICU HAMA: Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu serangan hama dan penyakit tanaman yang dapat berujung pada ancaman gagal panen. -FOTO: KHOLID/SUMEKS-
MARTAPURA, SUMATERAEKSPRES.ID - Intensitas curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani padi, khususnya di wilayah Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu serangan hama dan penyakit tanaman yang dapat berujung pada ancaman gagal panen.
Iklan Google/Link Sponsor
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Martapura mengingatkan para petani agar meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Selain curah hujan yang tinggi, angin kencang yang kerap terjadi juga berisiko menyebabkan tanaman padi rebah sehingga berdampak pada penurunan produktivitas pertanian.
Kepala BPP Kecamatan Martapura, Noma Riyandi, menjelaskan, musim penghujan menjadi periode rawan bagi pertumbuhan tanaman padi.Tingginya kelembapan udara mempercepat perkembangan organisme pengganggu tanaman. “Curah hujan yang tinggi meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Jika tidak diantisipasi sejak awal, kondisi ini dapat menurunkan hasil panen petani,” ujarnya, kemarin.
Beberapa penyakit dan hama yang saat ini mulai diwaspadai di antaranya hawar daun, penggerek batang, serta sundep yang kerap muncul pada musim penghujan. Serangan tersebut dapat merusak pertumbuhan tanaman sejak fase awal hingga menjelang panen.
BACA JUGA:Petani Martapura Bertahan Lawan Serangan Hama Padi
BACA JUGA:Temukan Serangan Hama Ulat Grayak, Cek Tanaman Jagung secara Berkala
Sebagai langkah antisipasi, BPP Kecamatan Martapura mengimbau petani untuk menggunakan benih padi varietas unggul. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap hama, penyakit, serta mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.
Menurut Noma, pemilihan varietas padi yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu. “Petani disarankan memilih varietas padi yang memiliki batang kuat agar tidak mudah rebah akibat terpaan angin maupun intensitas hujan yang tinggi,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan benih juga harus disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Hal ini penting mengingat sebagian besar area persawahan di Kecamatan Martapura merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Dengan penggunaan varietas unggul yang tepat, diharapkan tanaman mampu beradaptasi dengan lingkungan serta memiliki daya tahan lebih baik terhadap serangan hama pengganggu tanaman. Upaya tersebut diyakini dapat menjaga produktivitas pertanian tetap optimal meski menghadapi cuaca ekstrem.
BPP pun mengajak petani untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian guna mendapatkan pendampingan teknis, mulai dari tahap penanaman hingga perawatan tanaman, agar risiko gagal panen dapat ditekan seminimal mungkin.
