Penuhi Kebutuhan hingga Hasilkan Cuan
TUMPANG SARI: Aziz memanfaatkan lahan di antara tanaman nanas dengan menanam mentimun. Cara ini bisa meningkatkan pendapatan petani. -FOTO: NISA/SUMEKS-
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sistem penanaman dengan cara tumpang sari memang memiliki banyak keuntungan. Sistem tumpang sari sendiri merupakan praktik budidaya pertanian dimana dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda ditanam secara bersamaan pada lahan yang sama dalam jarak dan pola tertentu.
Sistem budidaya ini bertujuan memanfaatkan ruang dan sumber daya secara lebih efisien, meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi risiko kegagalan panen, dan menciptakan hubungan simbiosis antara tanaman yang berbeda
Iklan Google/Link Sponsor
Sistem tumpang sari ini dilakukan warga di Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung.
Mereka menanam tanaman mentimun diantara tanaman nanas yang masih kecil. Sementara tanaman mentimun yang di tanam sudah siap untuk di panen. ‘’Kalau menunggu panen nanas memang masih cukup lama sekitar 8 hingga 9 bulan. Karenanya kita memanfaatkan dengan menanam mentimun yang umur tanamnya lebih cepat. Jadi kita bisa panen timun sebelum nanas dipanen,’’ ujar Aziz, warga Kayuagung.
BACA JUGA:Berkebun Efektif Sistem Tumpang Sari Memanfaatkan Pekarangan Rumah
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Kembangkan Padi Gogo Sistem Tumpang Sari di Lahan Sawit
Dikatakan, sistem tumpang sari ini memanfaatkan lahan kosong di antara tanaman nanas, agar lahan bisa bermanfaat secara maksimal. ‘’Timun yang kita panen tak hanya kita konsumsi sendiri, tapi sebagai kita jual. Banyak yang mencari mentimun, seperti mereka yang akan menggelar hajatan atau penjual pecel lele,’’ katanya.
Sekarang, lanjutnya, harga timun lumayan tinggi. Jadi hasil penjualan timun bisa digunakan sebagai modal untuk membeli pupuk. ‘’Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menerapkan sistem penanaman tumpang sari,’’ ujarnya.
Sekarang kan memang tengah digalakkan Program Ketahanan Pangan, sehingga ini juga salah satu cara memanfaatkan lahan kosong miliknya dengan bertanam sayuran. Di antaranya megurangi risiko gagal panen, pengendalian hama dan penyakit, diversifikasi pangan dan meningkatkan pendapatan.
