Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Berkebun Efektif Sistem Tumpang Sari Memanfaatkan Pekarangan Rumah

TUMPANG SARI: Tuti, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas menanam sayur, buah dan rempah dengan sistem tumpang sari di pekarangan rumahnya. - Foto: leo/sumeks-

MUSI RAWAS, SUMATERAEKSPRES.ID-Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) mencoba peruntungan dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk berkebun sayuran. Menerapkan pola tumpang sari.

Sistem ini menurut Tuti Rahayu, seorang ibu rumah tangga, efektif dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangga, utamanya kebutuhan dapur. "Di samping menanam kangkung sebagai tanaman utama, dalam pemanfaatan lahan ini kami kolaborasikan dengan jenis tanaman lain seperti pepaya, seledri, serta beragam tanaman rempah," ungkap dia, Jumat (26/12).

Hasil kebun ini dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan dapur sehari-hari, dengan harapan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. "Awalnya sih coba-coba, sebagai ibu rumah tangga yang banyak di rumah, kita coba untuk berkebun dengan memanfaatkan lahan pekarangan di samping rumah," jelasnya.

Diakuinya, penerapan sistem tumpang sari sejatinya memberikan banyak keuntungan. Selain memaksimalkan penggunaan lahan, hasil panen juga lebih beragam dan dapat dipanen secara bertahap.

BACA JUGA:Berkebun Terong Lalap, Warga Musi Rawas Raup Pendapatan Menjanjikan

BACA JUGA:Giyatsa Widan Pratama, Bocah Prabumulih yang Gemar Berkebun dan Cintai Lingkungan

Ditambah lagi, kangkung sendiri relatif cepat dipanen, sementara tanaman lain seperti pepaya dan rempah-rempah menjadi sumber kebutuhan jangka panjang.

“Dengan sistem ini, kami tidak hanya mengandalkan satu jenis tanaman saja. Setiap hari ada saja hasil kebun yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” bebernya. Kegiatan berkebun ini juga menjadi salah satu upaya warga dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta memanfaatkan waktu luang secara produktif.

"Lumayan kalau menurut aku, tapi bagi para senior mungkin pertumbuhan ini lambat. Awalnya ini coba buat kebun mini. Tapi setelah disurvei ternyata PKK juga ikut nimbrung dan kebun yang ada di sebelahnya," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan