Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Tanam Melon di Balik Jeruji

TANAMAN MELON: Melalui sarana asimilasi dan edukasi, Lapas Kelas IIB Empat Lawang melakukan penanaman melon. -FOTO: HENDRO/SUMEKS-

EMPATLAWANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi,  terlihat pemandangan berbeda di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Empat Lawang. Di sini terlihat tanaman melon yang tumbuh subur. 

Bukan sekadar rutinitas pembinaan, tetapi deretan tanaman melon yang dirawat penuh ketelatenan menjadi simbol harapan, kemandirian, dan masa depan baru bagi warga binaan.

BACA JUGA:Lapas Muara Enim Tanam Melon Belanda dan Sayur Hidroponik

BACA JUGA:Budidaya Melon dalam Greenhouse, Kreativitas Petugas dan Warga Binaan Lapas Kayuagung

Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Empat Lawang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional.

Kegiatan perawatan tanaman melon dijalankan secara terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang nyata.

Setiap hari, warga binaan melakukan berbagai tahapan perawatan. Mulai  dari penyiraman rutin, pemupukan terjadwal, pengikatan batang tanaman, hingga pengecekan kondisi daun dan buah.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal, tetapi juga mencegah serangan hama dan penyakit yang dapat menghambat hasil panen.

Seluruh proses dilakukan di bawah pendampingan petugas lapas, memastikan kegiatan berjalan sistematis dan menghasilkan kualitas budidaya yang maksimal.

Kepala Lapas Kelas IIB Empat Lawang, Reza Yudistira Kurniawan, melalui Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja), Aan Agustoni, menjelaskan, program ini turut melibatkan peserta magang Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kehadiran peserta magang memberikan nilai tambah tersendiri. Mereka memperoleh pengalaman langsung di bidang pertanian sekaligus mengenal lebih dekat sistem pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan kepribadian, tetapi juga keterampilan kerja yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Aan.

Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini menjadi ruang pembelajaran kehidupan.

Warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kesabaran, nilai-nilai yang tak ternilai untuk bekal mereka membangun masa depan setelah masa pidana berakhir.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan