Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Lapas Muara Enim Tanam Melon Belanda dan Sayur Hidroponik

KREATIF : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim menanam melon dan sayuran dengan metode hidroponik- Foto: ozi/sumeks-

MUARA ENIM, SUMATERAEKSPRES.ID - Mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim menanam melon dan sayuran dengan metode hidroponik.

Penanaman melon dan sayuran ini merupakan salah satu instruksi dari 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), yaitu memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan.

Kalapas Muara Enim Auliya Zulfahmi melalui Kasubsi Giatja Zulaiwan Fajri menyampaikan bahwa Melon Belanda ditanam dalam 50 lubang pipa hidroponik. "Perawatan kita lakukan setiap hari, mulai dari pemberian nutrisi dan kontrol pH, apalagi melon lebih kuat penyerapan nutrisinya," ujar Iwan, Jumat (26/12).

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, untuk sayuran hidroponik yang ditanam berupa selada dan kangkung. "Sayuran ini kita tanam sekitar 800 lubang dalam pipa hidroponik," jelasnya.

Iwan mengatakan, tanaman sayuran hidroponik akan dilakukan panen raya pada Januari 2026. "Sedangkan untuk melon masa panen diperkirakan pada bulan Februari 2026," katanya.

BACA JUGA:Hidroponik di Pendopo OKI, Sayuran Segar Bisa Dipetik Langsung

BACA JUGA:Pertanian Kota 2025: Urban Farming Vertikal dan Kebun Hidroponik Komunal

Di sisi lain, Iwan mengungkapkan bahwa selain tanaman dengan metode hidroponik, Lapas Muara Enim juga akan menanam buah-buahan di lahan Sarana Edukasi Asimilasi dan Edukasi (SAE). "Kita sudah siap untuk lahan dan bibit buah-buahannya yang didukung oleh stakeholder dan instansi terkait," ungkapnya.

Iwan memastikan bahwa program ketahanan pangan dalam pemasyarakatan memberikan keterampilan praktis bagi para warga binaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan, sekaligus memberikan peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang positif," pungkasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan