Warga Binaan Olah Singkong dan Tempe Jadi Keripik
KETRAMPILAN: Warga Dinaan Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dilatih dan dibekai ketrampilan pengelolaan pangan local menjadi keripik.- Foto: leo/sumeks-
MUSI RAWAS, SUMATERAEKSPRES.ID - Sebagai langkah dalam mewujudkan kemandirian serta mendukung ketahanan pangan, warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dibekali keterampilan pengelolaan pangan lokal menjadi keripik.
Dalam pengolaan pangan lokal seperti singkong, ubi jalar dan tempe, sejumlah warga binaan diajarkan tentang proses pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga pada tahapan pemasaran produk.
Selain bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan bagi warga binaan, langkah ini juga sebagai bekal bagi mereka setelah selesai menjalani masa pembinaan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Hardiman mengatakan, program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan usaha yang aplikatif.
BACA JUGA:Pekarangan Jadi Lumbung! Warga Empat Lawang Panen Singkong Jumbo
“Melalui produksi dan penjualan keripik tempe serta keripik singkong ini, kami ingin melatih warga binaan agar memiliki kemampuan wirausaha, memahami proses produksi hingga pemasaran, sehingga dapat menjadi bekal kemandirian setelah bebas nanti,” ungkap Kasi Giatja Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Hardiman kepada wartawan,
Secara teknis menurut dia, kegiatan pembinaan ini dilaksanakan mulai dari proses pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga penjualan produk, dengan pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
"Kegiatan ini melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pengolahan makanan. Produk keripik tempe dan keripik singkong tersebut dipasarkan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan yang memiliki nilai ekonomis dan peluang usaha," tuturnya.
Penjualan produk dilakukan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, dengan tetap memperhatikan standar kebersihan, kualitas produk, serta pengawasan petugas.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif sebelum kembali ke masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA:Singkong, Ubi Jalar, dan Kentang: Tiga Alternatif Nasi dengan Kandungan Gizi Berbeda
BACA JUGA:Manfaatkan Lahan 3x3 Meter, Warga Banyuasin Tanam Singkong Dukung Ketahanan Pangan
Menurut dia, dipilihnya pangan lokal seperti singkong dan tempe karena mudah diperoleh, memiliki nilai gizi yang baik, serta berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang diminati masyarakat.
