Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Harapkan Sistem Double shift Dihapuskan

KUNJUNGAN KERJA: Para wakil rakyat Sumsel saat melakukan kunjungan kerja ke SMAN 21 Palembang. FOTO: DUDUN/SUMEKS--

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID  –  Banyak masalah  di bidang pendidikan yang dilontarkan civitas akademika SMAN 21 Palembang. Salah satunya masalah sistem double shift.

‘’Kami sangat berharap di 2026 mendatang, dengan adanya bantuan yang telah dijanjikan, sistem double shift ini bisa dihapuskan, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih optimal,” ujar Hj. Alma Sundari, kepala SMAN 21 saat menerima reses DPRD Sumsel, kemarin.  

BACA JUGA:Ribuan Warga Desa Talang Kemang Gelar Aksi Demo di Depan DPRD Sumsel

BACA JUGA:AKD DPRD Sumsel Mulai Berjalan

Dikatakannya juga, pihaknya berupaya meningkatkan mutu sekolah dengan menerapkan berbagai inovasi berbasis teknologi. Salah satunya sistem absensi digital berbasis barcode yang terhubung langsung dengan orang tua.

‘’Dengan sistem ini, orang tua dapat memantau kapan anak mereka tiba dan meninggalkan sekolah. Selain itu, ujian sekolah kini telah menggunakan platform online,’’ katanya.

Jargon “Maju Bersama, Hebat Bersama” menjadi semangat yang terus digaungkan di lingkungan sekolah guna mendorong kemajuan di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.

Anggota DPRD Sumsel dapil 2  yang hadir yakni Tamtama Tanjung, HM Yansuri, Hj Zaitun SH MKn, H Novianto, S.Sos.MM,.  Zulkifli Kadir, H Anwar Alsadat, dan Fajar Febriansyah, SE. MM.

Dalam pertemuan ini, siswa juga diberikan pemahaman reses merupakan bagian dari kewajiban anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan sekolah. Novianto, Wakil Ketua DPRD Sumsel mengapresiasi pada SMAN 21 atas usaha keras seluruh tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para guru yang terus berjuang mencerdaskan anak bangsa. Meski sekolah ini berada di pinggiran kota, tetapi mutunya tidak pinggiran. Walaupun di tengah kampung, tetapi tidak kampungan,” ujar Novianto.

Terkait sistem double shift, Novianto menyatakan keputusan ini merupakan diskresi kepala sekolah untuk mengakomodir lebih banyak siswa. ‘’Namun kami siap mendorong agar pembangunan ruang kelas baru dapat segera direalisasikan,’’ ujarnya.

Ketua Komite Sekolah, Faizal Abdullah menegaskan pentingnya menghapus sistem double shift agar siswa dapat belajar secara penuh dari pagi hingga sore hari. Hal ini disambut baik oleh DPRD yang berjanji akan membantu dalam pembangunan ruang kelas baru.

Selain itu, Lundu Prianti, guru SMAN 21 yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, menyoroti pentingnya literasi di sekolah. Program literasi sudah berjalan selama tiga tahun dan diharapkan terus berkembang.

“Kami ingin literasi di SMAN 21 semakin jaya. Siswa sangat membutuhkan tambahan buku sebagai jendela wawasan mereka. Kami berharap ada bantuan untuk pengembangan perpustakaan agar semakin lengkap,” ungkapnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan