Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Dolar AS Tertekan, Pasar Global Menanti Kejelasan Kebijakan The Fed

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan kemarin. -Foto: sumateraekspres.id-

SUMATERAEKSPRES.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan kemarin.

Tekanan ini muncul setelah serangkaian data ekonomi Negeri Paman Sam menunjukkan hasil lebih rendah dari perkiraan, sekaligus menambah kegelisahan pasar terkait potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) yang dapat menunda publikasi data ketenagakerjaan penting, Non-Farm Payroll (NFP).

Situasi ini membuat arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika, The Federal Reserve (The Fed), semakin sulit diprediksi.

BACA JUGA:Pesta Budaya Rakyat Muba: Festival Randik XXI di Sungai Lilin, Warisan Lokal yang Terus Hidup

BACA JUGA:Wujudkan Swasembada Pangan, Pemkot Prabumulih Dorong Penanaman Padi Gogo di Lahan Sawit

The Fed: Dilema Antara Inflasi dan Tenaga Kerja

Presiden The Fed Boston, Susan Collins, menegaskan bahwa penurunan suku bunga masih relevan dilakukan tahun ini, terutama setelah pasar tenaga kerja melemah.

Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko inflasi yang masih bisa bertahan.

Nada serupa datang dari Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson.

Ia memperingatkan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja dibarengi dengan meningkatnya tekanan harga akan membuat pengambilan keputusan moneter semakin rumit.

BACA JUGA:Branding Produk Lokal: Kunci Menembus Pasar Global

BACA JUGA: Tidak Terbukti Ada Pungli dalam Proses Peralihan Listrik MEP ke PLN di Lalan, Ini Hasil RDP DPRD Muba

Aksi Bank Sentral Dunia

Di Eropa, Bank Sentral Swiss (SNB) melakukan intervensi besar dengan menjual franc Swiss (CHF) dalam volume terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Langkah ini bertujuan menahan penguatan mata uang mereka yang terdorong kebijakan tarif perdagangan global.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) kembali memangkas pembelian obligasi pemerintah sebesar 400 miliar yen (sekitar USD 2,7 miliar).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan