Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Usaha Turun Temurun, Harga Berdasarkan Ukuran

PANDAI BESI: Sejumlah perajin besi yang ada di Dusun II, Desa Mandi Angin, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. FOTO: ANDIKA/SUMEKS--

SUMATERAEKSPRES.ID - Salah satu sentra yang terkenal dengan keahlian pandai besi berada di Desa Mandi Angin, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. Konon, keahlian ini didapat para perajin dari warisan turun temurun dari leluhur. Masih terjaga selama rentang ratusan tahun.  ANDIKA - OGAN ILIR 

PANDAI besi merupakan salah satu jenis usaha mikro kecil menengah (UMKM) andalan di Dusun II, Desa Mandi Angin. Jaraknya masih sekitar belasan kilometer dari pusat Kota Indralaya. Dari jalan lintas timur (jalintim) Indralaya-Kayuagung agak masuk 20 meter menuju gapura perbatasan desa. 

BACA JUGA:QRIS dan Aplikasi Mobile BRI, Solusi Pembayaran Digital yang Memudahkan UMKM Kopi di Lahat

BACA JUGA:UMKM: Mampukah Berdiri di Kaki Sendiri?

Suara dentingan besi, kerap kali terdengar ketika memasuki Desa Mandi Angin. Hal ini menunjukkan sudah dekatnya dengan wilayah para pandai besi yang sedang bekerja memukul dan menempa berbagai peralatan berbahan besi. 

Mamad, salah satu pandai besi saat itu ditemui sedang menempa sebatang besi menjadi sebilah parang. Jika biasanya selalu berdua dengan rekannya, kali ini ia bekerja menempa sendiri. "Di sini kebanyakan pandai besi selalu bekerja setiap hari.

Tapi kalau saya seminggu dua kali, karena ada kesibukan berdagang juga," ucap perajin yang sudah memasuki usia 50 tahun ini. 

Mamad sudah melakoni usaha sebagai perajin pandai besi sejak tahun 1990. Saat itu, usianya masih menginjak 16 tahun. "Kurang lebih sudah 35 tahun saya jadi perajin pandai besi di sini," ujarnya. 

Diakuinya, keahlian pandai besi di desanya itu telah menjadi warisan dari para orang tua dan leluhurnya. Bahkan jauh dari sejak ratusan tahun silam. 

"Kalau untuk bahan baku besi kami dapat dari pengepul di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, masih wilayah Ogan Ilir. Dari berbagai jenis besi-besi itu lalu dilebur dan dibentuk sesuai peralatan yang diinginkan," jelasnya. 

Menurutnya, bagi yang sudah terbiasa, setidaknya seorang pandai besi bisa membuat 10 hingga 15 bilah parang atau peralatan lainnya dalam sehari.  Setelah selesai ditempa, lalu hasilnya dijual di lapak-lapak pinggir jalan lintas Palembang-Kayuagung.

BACA JUGA:Dukung UMKM, Bank BSI Tawarkan Pinjaman dengan Skema Syariah yang Menguntungkan

BACA JUGA:Cara UMKM Dapat Penghapusan Kredit Ini Syaratnya!

"Kalau saya biasa jual di pasar-pasar yang ada di Ogan Ilir. Ada di Pasar Tanjung Raja, Pasar Indralaya, sampai Pasar KayuAgung juga ada," ulas Mamad. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan