Pertumbuhan Kredit Diproyeksikan Mencapai 10,39 Persen
Pada 2024, peran kredit dan pembiayaan tetap menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.-Foto: IST-
SUMATERAEKSPRES.ID - Pada 2024, peran kredit dan pembiayaan tetap menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit akan mencapai 10,39% (yoy), berada dalam rentang yang telah diperkirakan sebelumnya, yakni 10-12%.
Iklan Google/Link Sponsor
Peningkatan ini tercermin dari berbagai faktor yang mendukung baik dari sisi penawaran maupun permintaan kredit.
Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh beberapa aspek, antara lain, terjaganya minat penyaluran kredit oleh perbankan, realokasi aset likuid ke kredit, serta tersedianya pendanaan yang cukup dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
BACA JUGA:Sepeda Motor Milik Adam Digondol Pencuri Usai Shalat Isya, Pelaku Ditangkap Warga
BACA JUGA:Kinerja Dunia Usaha Triwulan IV 2024 Tetap Positif, Prospek Triwulan I 2025 Terus Tumbuh
Selain itu, kebijakan makroprudensial dari Bank Indonesia juga berperan positif dalam mendukung aliran kredit.
Di sisi permintaan, kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang tetap stabil, meskipun konsumsi rumah tangga masih terbatas.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit modal kerja tumbuh 8,35% (yoy), kredit investasi mencatatkan angka yang lebih tinggi yakni 13,62% (yoy), sementara kredit konsumsi meningkat sebesar 10,61% (yoy).
Selain itu, pembiayaan syariah turut mengalami kenaikan sebesar 9,87% (yoy). Kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga mengalami pertumbuhan, meskipun lebih rendah, yakni sebesar 3,37% (yoy).
BACA JUGA:Usai Putusan MK, ASTA Jalin Komunikasi Resmi dengan Pemkab Banyuasin untuk Program Kerja 100 Hari
Ke depan, pertumbuhan kredit diperkirakan akan mengalami peningkatan lebih lanjut, dengan sasaran mencapai 11-13% pada 2025.
Proyeksi ini seiring dengan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap positif dan dukungan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah dan Bank Indonesia.
