Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Jajaki Skema Barter

Budi Santoso-Foto: IST-

JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan), mengatakan, Indonesia tengah menyiapkan kerja sama perdagangan dengan Filipina melalui skema barter sebagai alternatif transaksi di tengah tantangan nilai tukar (kurs) yang dihadapi kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Budi saat menanggapi pelemahan rupiah terhadap perdagangan luar negeri di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), pekan lalu.


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Ekspor Sumsel Anjlok 23,82 Persen

BACA JUGA:Petani Sawit Menjerit, Harga TBS Anjlok-Pupuk Semakin Mahal, Kabarnya Terdampak Pernyataan Ekspor Satu Pintu

“Kita ada alternatif misalnya pakai barter. Nanti tanggal 12 (Juni) kita ketemu dengan pengusaha Filipina," ujar Budi, dikutip Senin (8/6).

Budi mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan salah satu pengusaha Filipina di sela-sela pertemuan The ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers (AMM-AEM) di Cebu, Filipina.

“Pengusaha tersebut selama ini menjadi importir produk Indonesia dan mengusulkan penggunaan mekanisme barter untuk mempermudah perdagangan,” katanya.

Selain itu, Indonesia dan Filipina sama-sama mengalami pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS.

Usulan tersebut kemudian muncul sebagai alternatif baru. Kementerian Perdagangan telah menindaklanjuti usulan tersebut dengan mencarikan pembeli (buyer) yang sesuai. 

BACA JUGA:10 Perusahaan Besar Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO, Menkeu Purbaya Lapor Presiden

BACA JUGA:Lepas Ekspor Perdana Lada Hitam dan Turunan Kelapa Senilai Rp1,6 Miliar ke Tiga Negara, Ini Harapan Gubernur

Meski belum mengungkapkan komoditas yang akan diperdagangkan dalam skema tersebut, Budi memastikan rincian kerja sama akan disampaikan saat penandatangan kontrak berlangsung.

Terkait dampak pelemahan nilai tukar terhadap harga pangan dan bahan baku impor, Budi mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan untuk memastikan kebutuhan industri maupun masyarakat tetap terpenuhi. (es/jw)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan