Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Ekspor Sumsel Anjlok 23,82 Persen

Moh Wahyu Yulianto-FOTO: IST-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Kinerja ekspor Sumatera Selatan hingga April 2026 masih menghadapi tekanan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat nilai ekspor kumulatif Januari-April 2026 hanya mencapai US$1,69 miliar atau turun 23,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$2,23 miliar. 


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Ekspor Sumsel ke India Tembus USD 400 Juta, Buka Peluang Kerjasama Kolaborasi Bangun Pabrik Ban di Sumsel

BACA JUGA:Ekspor Sumsel Diproyeksi Naik, Kopi Masih Jadi Primadona

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan, penurunan ekspor  terutama dipengaruhi melemahnya ekspor sektor nonmigas yang selama ini menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Sumatera Selatan.

“Secara kumulatif, ekspor nonmigas mengalami penurunan cukup dalam, sementara ekspor migas justru masih menunjukkan pertumbuhan positif," ujarnya. 

Dikatakan, data BPS menunjukkan ekspor nonmigas Januari-April 2026 sebesar US$1,54 miliar atau turun 26,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$2,09 miliar.

Sebaliknya, ekspor migas naik 15,31 persen menjadi US$153,16 juta dari sebelumnya US$132,83 juta.

“Jika dilihat secara bulanan, nilai ekspor Sumsel pada April 2026 tercatat US$459,30 juta atau turun 0,88 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar US$463,36 juta. Penurunan terjadi baik pada ekspor migas maupun nonmigas,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, sektor pertambangan dan penggalian menjadi penyumbang terbesar penurunan ekspor nonmigas.

Nilai ekspor sektor ini merosot 45,92 persen dari US$855,42 juta pada Januari-April 2025 menjadi hanya US$462,64 juta pada periode yang sama tahun ini.

“Komoditas batu bara dan lignit menjadi penyebab utama pelemahan tersebut. Nilai ekspornya anjlok hampir setengahnya atau turun 45,92 persen dibandingkan tahun lalu,’’ katanya. 

Selain batu bara, lanjutnya, komoditas karet dan barang dari karet juga mengalami penurunan cukup signifikan. Nilai ekspornya turun 18,48 persen dari US$551,62 juta menjadi US$449,71 juta.

Di tengah tren penurunan tersebut, terdapat satu komoditas unggulan yang masih menunjukkan kinerja positif, yakni pulp dari kayu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan