Pendapatan dan Belanja Tumbuh
PENURUNAN EKSPOR: Neraca perdagangan Sumsel mencatat surplus sebesar USD576,54 juta, meskipun terkontraksi sekitar 50,01 persen (yoy) akibat penurunan ekspor komoditas utama seperti batu bara, karet, dan pulp. FOTO: IST--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumatera Selatan hingga 28 Februari 2026 menunjukkan tren positif.
Pendapatan dan belanja negara tumbuh, sementara stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah tekanan eksternal dan fluktuasi harga komoditas.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Tabel Rincian Gaji PPPK dengan Sistem Single Salary yang Mencuat di RAPBN 2026
Ketua Kelompok Kerja Teknis Kerja Sama, Kehumasan, dan Layanan Publik Sekretariat Bersama Kementerian Keuangan Provinsi Sumsel, Agung Heru Pranyoto, mengatakan penguatan ini ditopang sinergi antara unit vertikal Kementerian Keuangan dan pemerintah daerah dalam pengelolaan fiskal.
“Kinerja APBN tetap terjaga dengan baik, baik dari sisi penerimaan maupun belanja, sehingga mampu menopang stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Dari sisi pendapatan, realisasi mencapai Rp2,16 triliun atau 10,20 persen dari target. Penerimaan perpajakan menjadi kontributor utama sebesar Rp1,62 triliun (9,57 persen target) dan tumbuh sekitar 7,9 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan ini didorong peningkatan setoran PPN dan PPh Pasal 21, seiring aktivitas ekonomi sektor unggulan seperti sawit dan karet serta implementasi sistem coretax.
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi Rp38,81 miliar atau 2,23 persen dari target. Capaian ini masih tertekan, terutama pada bea keluar akibat penurunan kinerja ekspor komoditas.
Meski demikian, pengawasan tetap berjalan optimal dengan 54 penindakan yang berhasil mengamankan potensi kerugian negara sekitar Rp3,8 miliar.
Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi mencapai Rp497,35 miliar atau 20,12 persen dari target.
Kinerja ini ditopang peningkatan layanan Badan Layanan Umum (BLU), terutama di sektor rumah sakit dan pendidikan.
Dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), PNBP tercatat sekitar Rp6,75 miliar, didominasi pemanfaatan aset melalui skema sewa.
Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp6,31 triliun atau 16,78 persen dari pagu, tumbuh sekitar 5,18 persen (yoy).
