Pelaku Usaha Bisa Naik Kelas hingga Jadi Eksportir Baru
FGD: Suasana Forum Group Discussion (FGD) Potensi Pengembangan Ekosistem Komoditas Kelapa Sumatera Selatan melalui Dukungan Sektor Jasa Keuangan di Kantor OJK divre 7 Sumbagsel Palembang (11/12/25).- Foto: ardila\/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mendorong daya saing komoditas unggulan daerah. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potensi Pengembangan Ekosistem Komoditas Kelapa Sumatera Selatan melalui Dukungan Sektor Jasa Keuangan.”
Kegiatan berlangsung di Ballroom Sriwijaya Kantor OJK Provinsi Sumsel, Palembang, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah, dinas teknis, hingga pelaku usaha.
Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem komoditas, terutama yang memiliki nilai tambah ekspor seperti kelapa, kopi, dan karet. ‘’Penguatan pembiayaan produktif, perluasan akses keuangan, serta peningkatan literasi dan kapasitas pelaku usaha merupakan fondasi untuk mendorong komoditas Sumsel menembus pasar global,’’ ujarnya.
Dikatakan, OJK siap memfasilitasi sinergi perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar proses hulu-hilir komoditas berjalan lebih efisien. ‘’OJK berperan menjembatani pelaku UMKM dengan lembaga keuangan agar mampu meningkatkan kapasitas produksi menuju pasar internasional,’’ katanya.
BACA JUGA:Otoritas Jasa Keuangan Dorong Literasi Keuangan Melalui Webinar untuk Perempuan dan Komunitas
BACA JUGA:Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Buka Lowongan Kerja. Simak Posisi yang Dibutuhkan!
Arifin menegaskan Sumsel memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ekspor, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. “Kita memiliki komoditas unggulan yang telah dikenal dunia seperti kopi robusta, karet, sawit, serta produk hortikultura. Dengan ekosistem yang lebih terintegrasi dan akses keuangan yang tepat, pelaku usaha Sumsel bisa naik kelas dan menjadi eksportir baru,” jelasnya.
OJK akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan. Selain itu meningkatkan kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan industri untuk memperkuat kesiapan ekspor para pelaku usaha lokal.
