Mahasiswa Sudan di Palembang Tertipu Beli Motor di Marketplace, Rp20 Juta Raib
TIPU : Yahia Hamid Mohamed Adam, mahasiswa asal Sudan yang menjadi korban penipuan di marketplace facebook. Foto : Nanda/Sumeks--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Mahasiswa asal Sudan, Yahia Hamid Mohamed Adam (40) yang sedang berkuliah disalah satu universitas di Palembang menjadi korban penipuan pembelian motor di marketplace facebook.
Yahia yang tinggal di Jl Letjen Harun Sohar, Lr Rambutan, Kecamatan Sukarame melaporkan kejadian yang menipanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Sabtu (6/9).
BACA JUGA:Marak Penawaran Uang Palsu di Facebook Marketplace, Janjikan Mirip Asli 98 Persen
BACA JUGA:Beli Motor Lewat Marketplace, Rasia Rugi Jutaan Rupiah Akibat Penipuan
Kepada petugas piket SPKT, Yahia menceritakan jika peristiwa yang ia alami terjadi pada Rabu (3/9), sekitar pukul 08.00, saat dirinya berada di rumah.
"Saat itu, Saya sedang cari cari motor untuk digunakan selama kuliah pak, lewat marketplace Facebook," Katanya.
Lalu, dirinya melihat iklan penjual motor di marketplace yakni motor Kawasaki ninja dengan harga Rp 6, 9 juta.
"Saya tertarik dengan motor, setelah komunikasi dengan penjual lewat pesan WhatsApp," Jelasnya dengan bahasa Indonesia yang tidak terlalu jelas
Lanjut korban jika saat itu, dirinya dipinta mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening atas nama Gadis Permata dari dan nomor rek atas nama Abdul Rohman. "Setelah cocok harga saya langsung saya transfer uang pak sebesar Rp 6,9 juta, " Ujarnya
Tak sampai disitu saja, terlapor bahkan meminta Yahia mentransfer kan kembali dan tanpa curiga korban mengikuti apa yang dipinta oleh terlapor.
"Setelah uang pertama ditransfer terlapor minta Transfer lagu Rp 6,2 juta, lalu minta ditransfer lagi uang sebesar Rp 7,8 juta, jadi total uang yang ditransfer, Rp 20, 2 juta," ungkapnya.
Korban baru sadar setelah uang yang dikirim sebanyak Rp 20,2 juta, dan saat ditanya kapan motor akan dikirim.
"Pelaku bilang motor di Bengkulu, dan malah meminta ditransfer uang lagi dengan alasan untuk ongkos kirim dari Bengkulu, dari sana saya sadar sudah ditipu, " Jelasnya.
