Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Cekcok Penumpang vs Sopir Taksi Online di Palembang Viral di Media Sosial, Diduga Ada Tindak Kekerasan

Cekcok Penumpang vs Sopir Taksi Online di Palembang Viral di Media Sosial, Diduga Ada Tindak Kekerasan-Foto: IST-

"Aku bukan orang sembarangan, jangan mentang-mentang kerja di bank terus sok," lanjut sopir tersebut dalam nada emosional.

Diduga Ada Kekerasan Fisik

Merasa tertekan secara verbal, kedua penumpang memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan turun di tengah jalan. Namun, situasi semakin memanas saat sopir mengejar penumpang dan diduga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap Bela. Ia juga menuduh mereka membanting pintu mobil.

“Setelah turun, dia masih teriak-teriak dari mobil, bilang kami ini cuma honorer bank tapi sok berlagak,” ujar Bela dalam unggahan tersebut.

Video singkat kejadian itu kemudian tersebar luas melalui fitur story Instagram, dan mendapat perhatian luas dari warganet. Ratusan komentar mengecam tindakan sopir yang dinilai tidak profesional dan melanggar etika layanan pelanggan.

Netizen Minta Layanan Taksi Online Tindak Tegas

Sebagian besar pengguna media sosial meminta agar penyedia layanan taksi online menindaklanjuti insiden ini. Mereka menilai sopir telah mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan pelayanan publik yang seharusnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.

“Kalau memang dulunya pernah jadi manajer, ya harusnya bisa lebih profesional. Jangan bawa-bawa jabatan lama untuk membenarkan perilaku kasar,” tulis akun @fanny_irawan.

Polisi Pantau Video, Tapi Belum Ada Laporan Resmi

Kapolsek Ilir Timur I, AKP Fitri, saat dikonfirmasi menyebut pihaknya sudah mengetahui adanya video yang viral tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban yang masuk ke kepolisian.

“Kami sudah memantau video yang beredar. Tapi sampai saat ini belum ada laporan dari korban,” ujarnya singkat.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang mengalami atau menyaksikan tindakan merugikan semacam ini untuk segera melapor secara resmi ke pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan