Nekat Jambret Pakai Jaket Ojol, Aksi di Rumah Makan Palembang Gegerkan Pengunjung
Aksi jambret berjaket ojol di Palembang bikin heboh rumah makan, warga dan ojek online ikut kejar! Foto: izul/sumateraekspres.id--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID — Aksi jambret kembali terjadi di Kota Palembang.
Seorang perempuan bernama Hotni br Karo Sekali (41), menjadi korban penjambretan saat makan siang bersama keluarga di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Demang Lebar Daun.
Insiden itu terjadi Minggu (1/6) sekitar pukul 12.41 WIB, di RM Bakoel Djono (Bano), Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Aksi jambret sempat terekam kamera pengawas (CCTV).
Informasi dihimpun, aksi itu telah dilaporkan ke SPKT Polda Sumatera Selatan dengan nomor laporan STTLP/B/121/VI/2025/SPKT/POLDA SUMSEL.
BACA JUGA:Nasib Apes, Peserta Tes CPNS Ini Jadi Korban Penjambretan, Begini Ceritanya
Hotni yang mrnjadi korban penjambretan itu menuturkan, awalnya dia bersama suaminya Edison Sembiring (48) dan anak perempuannya Bernike br Ginting (11), baru saja tiba dari Sekayu untuk kembali ke Palembang setelah libur panjang. Lalu mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
“Saat kami duduk dan memesan makanan, tiba-tiba dua orang laki-laki tak dikenal datang menggunakan motor Yamaha N-Max warna hitam. Pelaku langsung menarik tas yang berada ditangan korban,” ungkap saksi yang juga keponakan korban, Febrina, Selasa (3/6)
Pelaku mengenakan jaket ojek online (Grab) dan langsung kabur setelah berhasil membawa tas milik korban. Aksi tersebut sontak mengagetkan para pengunjung rumah makan dan warga sekitar.
Melihat kejadian itu, dua orang warga salah satunya pengemudi ojek online (Gojek) spontan mengejar pelaku. Salah satu warga yang kebetulan melintas juga turut membantu. Sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri tanpa jejak.
BACA JUGA:Nasib Tragis 2 Cewek di OPI Jakabaring, Jad Korban Penjambretan Hingga Alami Luka-Luka
Tas korban yang dirampas berisi sejumlah dokumen penting, ponsel, dan barang pribadi lainnya. Pihak keluarga berharap pelaku dapat segera ditangkap karena kejadian tersebut menyisakan trauma, terutama bagi anak korban yang menyaksikan langsung insiden itu.
“Kami hanya keluarga perantau. Kakak kami (korban) tinggal di Palembang, dan sebelumnya sempat pulang ke Sekayu karena libur. Tidak kami sangka musibah seperti ini terjadi saat baru tiba kembali ke kota,” ujar keponakan korban.
