Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Pengantin Pria yang Dibacok Masih Shock, Pelaku Utama Dikabarkan Tertangkap di Batam

MASIH DIRAWAT: Pengantin pria yang jadi korban pembacokan di 5 Ulu beberapa waktu lalu masih dalam perawatan pascaoperasi. FOTO: IST--

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Pembacok Ahmad Handa (30), pengantin pria di Palembang saat hendak melangsungkan akad nikah pada 11 Mei 2025 lalu dikabarkan tertangkap.

Penangkapan informasinya di Kota Batam. Namun, hal ini belum membuat lega ibu korban, Ningcik. Ia masih susah hati melihat sang puta yang masih terbaring lemah di rumah sakit usai menjalani serangkaian operasi berat.

BACA JUGA:Pelaku Utama Pembacokan Pengantin Dibekuk di Batam, Polisi Masih Buru Komplotan

BACA JUGA:Pembacokan Tetangga Berujung Kematian di Lubuklinggau

"Aku shock nian. Dak ikhlas, pelaku sudah buat anak aku cak ini. Aku cubit bae dak pernah, ini malah disakiti sampe cak itu," cetus Ningcik, Kamis (29/5).

Kondisi Ahmad kini sangat memprihatinkan. Luka di tangan, kaki, dan kepala mengharuskannya menjalani operasi besar. Bahkan, tiga jarinya nyaris putus.

"Urat nadi kanan putus, tangan hampir lepas, jari tigo nak copot. Sudah operasi satu kali, belum lagi biaya lanjutan," tutur Ningcik.

Total biaya pengobatan sudah mencapai Rp149 juta. Sementara yang baru terbayar sekitar Rp41 juta. Keluarganya kini hanya bisa berharap dan berdoa sambil menunggu kabar baik dari pihak kepolisian.

Dia mengaku sudah dapat informasi kalau pelaku utama yang membacok anaknya tertangkap di Batam. Tapi belum ada informasi resmi dari polisi kepada keluarganya.

“Kami memang belum langsung tanya polisi, mungkin mereka masih sibuk. Tapi kami percaya polisi bantu kami kalau sudah ditangkap, pasti kami keluarga korban dikabari polisi," tutur dia.

Ningcik mengungkapkan kekhawatirannya kalau pelaku mungkin punya jaringan sehingga bisa menyewa orang untuk menghilangkan jejak dan berbuat hal yang tak diinginkan lainnya.

"Kami dak galak macak-macak, sebab takut masih ado yang nyari-nyari anak kami. Jaringan mereka besak, ado yang difoto satpam kemarin itu, nyari-nyari anak ibu di rumah sakit," beber dia.

Karena itu, dia terus mendampingi putranya yang masih dirawat intensif. "Doakan bae biar anak kami cepat sembuh. Cak inilah nasib kami sekarang, semoga pelaku lainnya cepat tertangkap.

Kami cuma ingin keadilan," tegasnya. Ningcik menambahkan, saat ini kondisi psikologis Ahmad terguncang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan