Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

“Gua Harimau” Mengungkap Peradaban Manusia

Dr H Aufa Syahrizal Sarkomi SP MSc, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB} Sumatera Selatan-FOTO : IST-

SUMATERAEKSPRES.ID - “Gua Harimau”… Sebutan ini membuat merinding dan terkesan menakutkan bagi sebagian orang yang mendengarnya.

Gua Harimau adalah sebuah gua yang terletak di kawasan Kars, tepatnya di wilayah Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU Sumatera Selatan.

BACA JUGA:Museum Gua Harimau di OKU Siap Diresmikan Juni 2025, Jadi Pusat Studi Sejarah Nasional

BACA JUGA:Gali Jejak Peradaban di Gua Harimau

Gua Harimau memiliki segudang misteri, mulai dari “mitos” yang menjadi buah bibir bagi sebagian penduduk Desa Padang Bindu dan sekitarnya hingga terungkapnya sebuah peradaban manusia homo sapiens sampai masyarakat modern.

Bila ditilik dari sejarah eksistensi Gua Harimau berawal dari cerita perjalanan para arkeolog dari Provinsi Jambi yang sempat mampir di salah satu rumah makan di pinggiran Sungai Ogan di Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU.

Sambil menunggu hidangan yang sedang dipersiapkan oleh pramusaji rumah makan tersebut, salah seorang arkeolog memperhatikan hamparan batu yang berserak di halaman rumah makan.

Di antara bebatuan tersebut ada sebuah batu yang menarik perhatian arkeolog, yaitu sebuah batu jenis obsidian yang berbentuk menyerupai sebuah kapak batu pada zaman purba.

Kemudian ketertarikan sang arkeolog membuat dia mencoba mencari batu-batuan lain. Akhirnya ia menuruni tangga dan menyisir pinggiran sungai dekat rumah makan tersebut. Lagi-lagi arkeolog menemukan berbagai serpihan batu obsidian yang menyerupai kapak batu.

Insting seorang arkeolog tiba-tiba muncul dan berpikir bahwa ada sesuatu di sekitar desa tempat rumah makan ini berada, “gumam sang arkeolog”. Terbesit dalam pikiran arkeolog tersebut untuk mengetahui lebih jauh.

Secara kebetulan di rumah makan yang sama ada seorang penduduk yang bernama “Ferdi” yang juga sedang menikmati makanan. Kemudian sang arkeolog mencoba memperkenalkan diri dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada penduduk tersebut tentang kondisi kawasan di sekitar Desa Padang Bindu.

Dari cerita Pak Ferdi, di sekitar kawasan Desa Padang Bindu banyak terdapat kawasan kars yang di dalamnya banyak terdapat gua yang luasannya cukup besar sebagai tempat para penduduk mencari sarang burung walet. Nama-nama gua tersebut, antara lain: Gua Putri, Gua Selabe, Gua Karang Pelaluan, dan Gua Harimau.

Mendengar sebutan Gua Harimau, sang arkeolog sedikit mengerenyitkan dahinya dengan penuh berbagai pertanyaan.

Ternyata nama Gua Harimau telah menarik perhatian sang arkeolog, sehingga ianya semakin tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang keberadaan Gua Harimau tersebut.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan