Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Bukan Sekedar Hidangan tapi Simbol Kebersamaan

SIMBOL KEBERSAMAAN: Kue lapis legit, maksuba, lapis kojo, kue delapan jam bukan sekedar hidangan, tetapi simbol kebersamaan, tradisi, dan nilai- nilai luhur yang diwariskan turun- temurun di Kota Palembang. FOTO: IST--

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Idul Fitri 1446 Hijriah merupakan momen penuh kebahagiaan dan kebersamaan bagi umat Muslim, tak terkecuali bagi masyarakat Palembang. Selain saling bermaaf-maafan, Idul Fitri juga identik dengan sajian kue-kue khas yang menggugah selera.

Di kota yang dikenal dengan kekayaan kuliner ini, beberapa jenis kue tradisional merupakan hidangan wajib atau adat budaya saat hari raya, seperti Lapis Legit, Maksuba, Lapis Kojo, dan Kue 8 Jam.

BACA JUGA:Cara Membuat Kue Putri Salju Kacang yang Lembut, Gurih, dan Manis untuk Hari Raya

BACA JUGA:Konsumen Mulai Buru Kue Kering

Salah satu warga Kota Palembang, RA Nontjik menjelaskan Lapis Legit salah satu kue paling dikenal di Palembang saat Idul Fitri. Kue ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang khas. Dibuat dengan bahan-bahan seperti tepung terigu, mentega, telur, dan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkeh. 

“Lapis Legit memiliki lapisan tipis yang bertumpuk dan berwarna kuning keemasan. Proses pembuatannya memakan waktu dan ketelatenan untuk menjadikannya kue istimewa. Hanya dibuat pada momen-momen tertentu seperti Idul Fitri dan perayaan lainnya,” katanya.

Menurutnya, membuat Lapis Legit bukan pekerjaan mudah. Diperlukan ketelitian dan kesabaran karena setiap lapisan adonan harus dipanggang satu per satu hingga mencapai ketebalan sempurna. Keahlian para pembuat Lapis Legit turun-temurun membuat kue ini tidak hanya lezat, juga kaya cerita tradisi yang mengakar kuat di masyarakat Palembang.

“Kue Maksuba khas Palembang memiliki ciri khas sedikit berbeda dibandingkan kue Maksuba dari daerah lain. Kue ini terbuat dari bahan-bahan seperti telur, santan, gula, dan tepung, namun yang membedakan teksturnya lebih lembut dan padat,” ungkapnya.

Kue Maksuba Palembang memiliki rasa manis yang kaya, gurih, dan sedikit legit, karena penggunaan santan yang cukup banyak. 

Kue ini juga dikenal karena cara pembuatannya memerlukan ketelitian dan waktu cukup lama, karena proses pengadonan dan pemanggangan bertahap.

Biasanya, kue Maksuba Palembang dipanggang dalam loyang hingga membentuk lapisan cantik dan warnanya keemasan. Kue Maksuba Palembang juga sering dijadikan sajian pada acara-acara khusus seperti pernikahan, acara adat, dan perayaan penting lainnya. 

“Setiap kue khas Palembang yang disajikan saat Idul Fitri memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat setempat. Lapis Legit, Maksuba, Lapis Kojo, dan Kue 8 Jam bukan hanya sekadar hidangan, tetapi simbol kebersamaan, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun,” tuturnya. 

Masyarakat Palembang sangat menjaga kelestarian kue-kue ini, dan mereka sering membuatnya bersama keluarga sebagai bagian dari persiapan menyambut hari raya.

Walaupun zaman telah berubah dan teknologi semakin berkembang, proses pembuatan kue-kue khas Palembang ini tetap dipertahankan dengan cara tradisional. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan