Palembang Bikin Wisman Jatuh Cinta! Dari Pesona Budaya Sungai Musi hingga Ledakan Rasa Kuliner Legendaris
Palembang bukan sekadar kota tua—budaya, sejarah, dan rasa menyatu di tepian Sungai Musi. Dari Jembatan Ampera hingga pempek dan pindang legendaris, sekali datang, wisman langsung jatuh cinta. Foto:Evan Zumarli/Sumateraekspres.id--
BACA JUGA:Lakukan Konsolidasi Pasar di Kawasan Wisata, Perkuat Merek WinRo
Rumah makan legendaris seperti Sri Melayu dan Pindang Musi Rawas kerap menjadi tujuan wisman pencinta kuliner autentik.
Mie Celor
Mie celor menawarkan kelezatan sederhana namun memikat.
Kuah kaldu udang yang kental, mie kenyal, dan taburan telur menciptakan sajian hangat yang pas dinikmati siang hari.
Tak sedikit wisatawan asing yang kembali hanya untuk semangkuk mie celor.
Es Kacang Merah
Sebagai penutup, es kacang merah menjadi pelepas dahaga yang manis dan menyegarkan.
Disajikan dengan es serut dan sirup khas, kudapan ini kerap menjadi favorit wisman setelah menjelajah kota di bawah terik matahari.
BACA JUGA:Perluas Jejak WinRo, PT Indotirta Sriwijaya Perkasa Mantapkan Pasar di Kawasan Wisata
BACA JUGA:Apresiasi Sumeks Konsisten Gelar Musi Run, Fauzi Amro: Event Ini Promosikan Wisata Palembang-Sumsel
Sensasi Bersantap di Tepi Sungai Musi
Menikmati kuliner Palembang terasa lebih lengkap saat disantap di tepi Sungai Musi.
Kawasan sekitar BKB menawarkan pengalaman makan dengan latar Jembatan Ampera dan denyut kota yang terus bergerak.
Bagi wisman, momen ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga suasana yang sulit dilupakan.
Palembang pada akhirnya bukan sekadar destinasi singgah. Ia adalah cerita yang hidup—tentang budaya yang terjaga, rasa yang kuat, dan keramahan yang tulus.
BACA JUGA:Wisatawan Mancenegara Asal Malaysia Terbanyak Berkunjung ke Sumsel, Ini Jumlahnya
