Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Air Sudah Dangkal, Pemadaman Karhutla Pangkalan Lampam OKI Dibantu Water Bombing

WATER BOMBING: Pemadaman karhutla di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, dibantu water bombing, Sabtu (27/9). Tiga hari tidak turun hujan, membuat air di kawasan tersebut sudah dangkal. -FOTO : IST-

SUMSEL , SUMATERAEKSPRES.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, masih terus terjadi belakangan ini. Selain di sekitar Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Kabupaten Ogan Ilir (OI), karhutla juga terjadi di Kabupaten OKI.

Kualitas udara Kota Palembang sempat kategori tidak sehat pada Sabtu pagi (27/9), akibat asap karhutla di Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, yang terbawa angin ke Palembang. Kota empek-empek diselimuti kabut asap tipis. Udara pekat, membuat mata cukup terasa pedih.

BACA JUGA:Karhutla 4 Daerah, Di Ogan Ilir Dekat Tol Palindra

BACA JUGA:Api Muncul di Lima Titik, Pantauan Udara Ungkap Karhutla di OKI

”Jika melihat arah angin, memang dari timur-tenggara. (Dampak asap karhutla di Palembang), dari arah OKI,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sumatera Selatan, Wan Dayantolis SSi MSi, Sabtu (27/9). Disebutnya, karhutla di Pangkalan Lampan sudah terjadi dua hari.

Padahal pagi kemarin, Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI, Menko Bidang Pangan, Kepala Badan Pangan Nasional, Dirut Perum Bulog, Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel, Kasdam II/Sriwijaya dan pejabat lainnya, harus bertolak dari Palembang ke OKU Timur menggunakan helikopter.

Diketahui, karhutla di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, itu terjadi di Desa Deling dan Desa Rambai.

“Petugas masih melakukan pemadaman. Kondisi cuaca saat ini sangat terik,” ucap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, saat dikonfirmasi kemarin.

Petugas kesulitan melakukan pemadaman, karena kondisi air sudah dangkal. Sehingga dibantu water bombing. “Selain di Desa Deling, pantauan udara asap juga mengepul di Desa Rambai. Perkiraan dari udara, lahan terbakar seluas 10 hektar. Tapi saya belum mendapat data terupdate,” ujarnya.

Nova menambahkan, data pada Sabtu (27/9), ni terdapat 34 titik hotspot. Terdiri dari 23 titik di lahan mineral, dan 11 titik lahan gambut. Pemadaman dilakukan secara gabungan bersama TNI, Polri dan Manggala Agni. “Semoga api dapat cepat dipadamkan,” harapnya.

Menurutnya,  kondisi air memang masih ada tapi sudah berkurang. Karena sejak tiga hari terakhir, belum terjadi hujan. Baik intensitas sedang, apalagi lebat. “Sehingga petugas di lapangan harus ekstra tenaga, agar asap yang mengepul segera bisa diatasi,” jelasnya.

Nova tak bosan-bosan terus mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian. “Apalagi akhir-akhir cuaca sangat panas sekali,” ujarnya mengingatkan.

Sementara itu di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, kabut asap tipis dampak karhutla yang terjadi Jumat (26/9), masih sempat terlihat tampak di jalan lintas Palembang – Indralaya. Meski kemudian perlahan mulai menghilang saat menjelang siang. 

Terpantau belum ada laporan karhutla hingga Sabtu siang (27/9). Namun memang sehari sebelumnya, terjadi karhula di OI yang pemadamannya hingga larut malam. Tepatnya karhutla di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, dekat Tol Palembang-Indralaya (Palindra).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan